Rumoh Aceh
Aceh
Menyiapkan model…
Rumoh Aceh adalah rumah panggung kayu yang tinggi, panjang, dan bersambung tanpa paku, dengan tiga bagian melintang lebarnya. Yang membuatnya layak dibangun di sini adalah asal aturannya: bubungannya membujur timur–barat karena salat menghadap ke barat, dan itu satu-satunya aturan dalam kumpulan ini yang datang dari luar Nusantara. Sembilan belas bangunan lain diarahkan oleh sesuatu yang dapat dilihat dari halamannya sendiri. Dan anak tangganya harus ganjil — satu-satunya aturan keganjilan dalam projek ini, yang dapat gagal dengan meleset satu. Matahari pada model ini dihitung untuk Banda Aceh, 5,55° LU dan 95,32° BT: tapak paling utara dan paling barat dalam kumpulan ini.
Ukiran adalah bagian rumoh Aceh yang paling diperhatikan pada bangunan sesungguhnya — pada papan tepi, tulak angen di ujung bubungan, dan kisi-kisi jendelanya — dan di sini tidak ada sama sekali, dengan alasan yang sama seperti rumah-rumah lain. Jumlah tiang pada rumah sesungguhnya jauh lebih banyak daripada di sini dan disusun menurut kelipatan tertentu yang tidak dimodelkan. Arah kiblat dari Aceh sesungguhnya sekitar 293°, bukan tepat barat; yang dinyatakan model ini adalah sumbu timur–barat yang disebut sumbernya, bukan hasil hitungan arah kiblat. Dan tidak satu pun angka di sini berasal dari pengukuran.