Tanean lanjang
Sumenep dan Madura timur
Menyiapkan model…
Tanean lanjang adalah halaman panjang: sebuah langgar menutup ujung baratnya, sederet rumah berdiri di sisi utara menghadap ke selatan, dan sederet dapur di seberangnya. Rumah induk berdiri di ujung barat, paling dekat langgar, dan rumah tiap anak perempuan yang menikah ditambahkan ke arah timur menurut urutan lahirnya. Yang membuatnya layak dibangun di sini adalah bahwa ia bukan sebuah bangunan. Ini celah yang dinamai sendiri oleh pak Bali — “rumah Bali adalah sebuah pekarangan dan yang dimodelkan di sini hanya satu bangunan” — dan di sini pekarangan itulah pokoknya: halamannya ada di dalam daftar bagian, urutan pendiriannya adalah urutan sebuah keluarga selama puluhan tahun, dan kedudukan dinyatakan oleh letak dan ukuran sekaligus. Matahari pada model ini dihitung untuk Sumenep, 7,0° LS dan 113,87° BT.
Yang dibangun di sini adalah susunannya, bukan rumahnya. Rumah Madura punya pembagian dalam, ukiran pada pintu dan dinding, ragam bentuk atap yang jauh lebih banyak daripada tiga, dan perbedaan besar antara Madura barat dan timur — tidak satu pun dari itu dimodelkan. Selain itu: jumlah rumah di sini paling banyak tujuh, sedangkan tanean yang sesungguhnya dapat lebih panjang dan dapat pula bercabang; kandang sapi, sumur dan lumbung yang biasa ada di sekeliling tidak dibangun; letak dapur di sini disederhanakan menjadi satu deret; dan tiap meter dalam pak ini adalah tafsiran penulis atas denah-denah yang diterbitkan, bukan hasil pengukuran.