Uma
Siberut, Kepulauan Mentawai
Menyiapkan model…
Uma di Siberut adalah rumah panjang di atas tiang kayu ulin: serambi terbuka di depan menghadap sungai, ruang dalam dengan satu perapian untuk tiap rumah tangga, dan serambi kedua di belakang. Uma juga nama kelompok yang tinggal di dalamnya. Tidak ada kepala: rimata memimpin upacara dan tidak memerintah, dan keputusan diambil bersama di serambi depan. Itulah alasan bangunan ini dibangun di sini — dan sekaligus persoalan yang harus dinyatakan terus terang, sebab bangunan yang memang tidak berjenjang dan bangunan yang jenjangnya tidak dimodelkan adalah model yang sama. Yang dapat diperiksa diperiksa; sisanya dinyatakan. Hal kedua: ruangnya berjenjang dari depan ke belakang seperti rumah limas Palembang, tetapi jenjangnya mengikuti apa yang dikerjakan, bukan siapa yang mengerjakan. Matahari pada model ini dihitung untuk Muara Siberut, 1,6° LS dan 99,15° BT: titik paling barat kedua dalam kumpulan ini.
Ukiran dan patungnya adalah bagian besar dari uma yang sesungguhnya dan tidak ada di sini: jaraik dibangun sebagai papan polos, padahal justru ukiran itulah bendanya. Tidak dimodelkan, dengan alasan yang sama seperti pada pak-pak lain. Selain itu: perapian di sini disusun berjarak sama di sepanjang ruang dalam, dan susunan yang sesungguhnya berbeda-beda antar uma; pembagian serambi depan menjadi bagian-bagian dengan aturan tersendiri tidak dibangun; tengkorak binatang yang tergantung pada jaraik tidak dimodelkan; dan tiap meter dalam pak ini tafsiran penulis atas uraian etnografi, bukan hasil pengukuran. Perlu ditambahkan bahwa keterangan lama tentang orang Mentawai banyak yang keliru atau merendahkan, dan bahwa orang Mentawai adalah orang yang hidup sekarang, bukan bahan perbandingan.