Lumbung
Lombok, Nusa Tenggara Barat
Menyiapkan model…
Lumbung adalah lumbung padi orang Sasak: kotak kecil di atas empat atau enam tiang, dengan tudung alang-alang melengkung yang tepinya turun melewati lantai simpannya. Ini bangunan pertama dalam projek ini yang bukan rumah — tidak ada yang tinggal di dalamnya, tidak ada tingkat yang bisa ditegakkan seorang manusia, dan di pekarangan Sasak ia kerap justru yang paling cermat dikerjakan. Cirinya yang paling khas pun bukan untuk manusia: cakram lebar pada tiap tiang, tepat di bawah lantai, yang gunanya cuma satu — menghentikan tikus. Matahari pada model ini dihitung untuk Lombok, 8,58° LS dan 116,32° BT.
Pak ini memakai lebih banyak istilah Indonesia daripada pak mana pun di sini, dan itu disengaja. Hanya kata “lumbung” yang dipakai sebagai istilah setempat; cakram penghalang tikus dan bagian-bagian tudungnya punya nama Sasak yang penulis tidak cukup yakin untuk mencetaknya, jadi semuanya dinamai dalam bahasa Indonesia — kebijakan yang sama dengan pak joglo, diterapkan lebih luas di sini karena sumbernya lebih tipis. Dan angka yang paling menentukan justru yang paling lemah: jari-jari cakram dan sisi tiang bersama-sama menghasilkan juraian yang menghentikan tikus, dan keduanya ditetapkan penulis. Lengkung tudungnya sebuah bentuk yang dipilih, bukan hasil pengepasan pada ukuran apa pun. Tidak ada ukiran, padahal lumbung Sasak berukir.