BerandaCerita singkat: tiga pola hujan IndonesiaPetaPeta rezim hujan dan kurva bulanan tiap kotaBandingkanBandingkan kurva hujan dua kota pada satu sumbu bulanCara kerjaDekomposisi harmonik, ambang, data, dan kecocokan dengan BMKG

Cara kerja

Dua gelombang, tiga pola, satu aturan yang bisa diperiksa.

Klasifikasi ini bukan kotak hitam. Coba aturan yang sama yang memproses data asli, lalu periksa dataset, ambang, dan seberapa sering hasilnya cocok dengan BMKG.

Coba sendiri

Sebuah harmonik di sini adalah gelombang naik-turun yang dicocokkan ke data curah hujan. Amplitudo-nya seberapa tinggi gelombang itu, bulan puncak-nya kapan gelombang itu di titik tertinggi. Setiap siklus tahunan adalah dua gelombang yang dijumlahkan: satu naik-turun sekali setahun, satu lagi dua kali setahun. Geser keduanya dan lihat keluarganya berubah secara langsung.

Amplitudo tahunan
Bulan puncak tahunan
Amplitudo semi-tahunan
Bulan puncak semi-tahunan

Monsunal · monsunal-1

Diklasifikasikan langsung oleh lib/harmonic yang sama dengan yang memproses data nyata — ambang yang sama, kode yang sama.

Titik awal: data nyata Jakarta (Monsunal). Begitu kamu menggeser slider di atas, kurva ini jadi buatan — hipotetis, bukan lagi data asli.

JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
Batang — kedua harmonik dijumlahkanGaris penuh — harmonik tahunan sendiriGaris putus-putus — harmonik semi-tahunan sendiri

Yang harus dinyatakan

Dataset

Nama
CHIRPS 2.0, Indonesia-region monthly (Climate Hazards Center, UCSB)
Periode
2006-01 to 2015-12 (10-year average; shorter than a 30-year WMO-normal period — see data/source/README.md)
Jumlah lokasi
86

CHIRPS 2.0 (Climate Hazards Center, UCSB), Indonesia-region monthly product, 2006-01 to 2015-12 (10-year average, not the 30-year WMO-normal period — the regional archive itself stops at 2016-10). Real satellite-gauge-blended precipitation at each city's coordinates, nearest-cell sampled at 0.05°. bmkgFamily is cited against BMKG's ZOM 1991-2020 document where marked "bmkg-zom9120", a best-effort estimate where marked "estimate", and absent (no comparison made) for the locations added in the third pass without a citation. See data/source/README.md.

Cakupan

  • Monsunal 56 (65%)
  • Ekuatorial 17 (20%)
  • Lokal 13 (15%)

Tiap keluarga bukan satu bentuk tunggal — sub-tipe di bawah ini, mengikuti nomenklatur BMKG sendiri, adalah pemecahan berdasarkan seberapa kuat harmonik sekunder atau seberapa dominan pola dua-puncaknya.

Ambang klasifikasi

Konstanta bernama, dikutip, satu tempat: lib/harmonic/thresholds.ts. Mengubah salah satu mengubah peta, jadi setiap nilai adalah keputusan yang didokumentasikan, bukan angka ajaib.

EkuatorialMonsunalLokal036jarak puncak dari pusat monsun (bulan)01.02.5
Sumbu tegak: rasio amplitudo semi-tahunan/tahunan. Sumbu datar: jarak puncak siklus tahunan dari pusat monsun. Wilayah Ekuatorial tidak bergantung pada jarak puncak — rasio saja yang memutuskan.
AmbangNilaiSatuanCatatan
Pusat puncak monsun0bulan (Jan = 0)Titik tengah jendela basah monsun Asia di sebagian besar Indonesia barat/tengah (Des–Feb).
Batas jarak Monsunal3bulan, jarak melingkarPuncak siklus tahunan-dominan dalam jarak ini dari pusat monsun diklasifikasi Monsunal.
Batas jarak Lokal3bulan, jarak melingkarDi atas batas ini, puncak jatuh di 'separuh tahun yang salah' — diklasifikasi Lokal.
Rasio dominasi Ekuatorial1amplitudo semi-tahunan / tahunanPada dan di atas rasio ini, harmonik semi-tahunan dianggap dominan: dua puncak per tahun.
Rasio Ekuatorial-41.5amplitudo semi-tahunan / tahunanRasio yang lebih tinggi memisahkan sub-tipe empat-musim yang jelas dari yang bimodal lemah.
Rasio sub-tipe sekunder0.5amplitudo sekunder / dominanHarmonik sekunder yang cukup besar memberi sub-tipe '-2' alih-alih '-1' yang bersih.

Struktur tiga keluarga mengikuti Aldrian, E. & Susanto, R. D. (2003), “Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature”, Int. J. Climatol. 23 — dasar yang sama untuk keluarga Monsunal/Ekuatorial/Lokal milik BMKG. Titik potong rasio dan pergeseran fase di atas adalah kalibrasi proyek ini sendiri untuk pencocokan harmonik, divalidasi hanya oleh tingkat kecocokan yang dilaporkan di bawah — tidak pernah disetel untuk menaikkannya.

Kecocokan dengan BMKG

37/52 lokasi (71%) memiliki keluarga turunan yang sama dengan keluarga BMKG pembanding untuk lokasi tersebut — 32 dari 52 pembanding itu dikutip langsung dari Pemutakhiran Zona Musim Indonesia Periode 1991-2020 (BMKG, 2022), sisanya masih perkiraan terbaik yang belum diverifikasi (lihat data/source/README.md untuk kutipan lengkap per lokasi).

Ini adalah metrik yang dilaporkan, bukan uji lulus/gagal. Bahkan untuk pembanding yang terverifikasi, lokasi turunan bisa sah berbeda dari peta BMKG — Medan, misalnya, keluarga BMKG-nya terverifikasi Ekuatorial, tetapi klasifikasi turunan di titik koordinat kota itu jatuh sebagai Lokal. Palu serupa: BMKG menyebutnya eksplisit sebagai contoh wilayah Lokal, tetapi titik kota Palu sendiri jatuh sebagai Monsunal turunan — kemungkinan karena efek lembah bayangan hujan Palu yang sangat lokal tidak sepenuhnya tertangkap satu titik grid 0,05°. Keduanya bukan bug yang perlu diperbaiki; itu perbedaan nyata antara metode. Memaksakan kecocokan — baik dengan menyetel ambang maupun menyetel label pembanding — berarti berhenti menganalisis. Lokasi yang berbeda ditandai arsir di peta, bukan warna keempat.

Yang tidak dilakukan aplikasi ini

86 lokasi dalam build ini. Lihat kode sumber untuk metode lengkap.