Jawa Tengah
Cilacap
Cilacap paling basah di Desember (438 mm) dan paling kering di Agustus (74 mm). Pada bulan yang sama, Jakarta menerima 270 mm.
Bacaan lapangan · normal 2006–2015
Monsunal · monsunal-2
| Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agu | Sep | Okt | Nov | Des |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 277 | 274 | 309 | 287 | 326 | 242 | 132 | 74 | 104 | 206 | 418 | 438 |
- Total tahunan
- 3.086 mm
- Terbasah
- Des 438 mm
- Terkering
- Agu 74 mm
- Bulan basah (> 100 mm)
- 11 / 12 · kering 0
Bulan basah dan kering memakai kriteria Mohr (> 100 mm, < 60 mm) seperti Schmidt–Ferguson, tetapi dihitung dari tahun normal, bukan per tahun — jadi bukan nilai Q Schmidt–Ferguson.
Pola serupa — bentuk tahunan paling mirip, bukan zona yang sama
Mengapa Monsunal? Puncak hujannya jatuh 0,5 bulan dari pusat monsun Asia, dalam ambang Monsunal (≤ 3 bulan). Musim hujannya sejalan dengan sebagian besar Indonesia.
Angka pastinya
- Rasio semi-tahunan/tahunan:
- 0.896
- — ambang Ekuatorial 1.00
- Jarak puncak dari pusat monsun:
- 0.527 bulan
- — ambang Monsunal ≤3, Lokal >3
- Amplitudo tahunan / semi-tahunan:
- 110.4 / 98.8 mm
Tiga bentuk acuan — contoh sintetis, bukan data lokasi nyata
Klasifikasi turunan dari data presipitasi grid terbuka, bukan Zona Musim resmi BMKG. Angka di halaman ini adalah normal 2006–2015 di titik koordinat kota, bukan prakiraan. Untuk prakiraan awal musim di Cilacap, rujuk BMKG.