BerandaCerita singkat: tiga pola hujan IndonesiaPetaPeta rezim hujan dan kurva bulanan tiap kotaBandingkanBandingkan kurva hujan dua kota pada satu sumbu bulanCara kerjaDekomposisi harmonik, ambang, data, dan kecocokan dengan BMKG

DKI Jakarta

Jakarta

Monsunalmonsunal-1BMKG: Monsunal (ZOM9120) · cocok

Jakarta paling basah di Januari (432 mm) dan paling kering di September (41 mm). Pada bulan yang sama, Ambon menerima 135 mm.

Bacaan lapangan · normal 2006–2015

Monsunal · monsunal-1

0216432JANFEBMARAPRMEIJUNJULAGUSEPOKTNOVDES
Batang — curah hujan bulanan aktualGaris penuh — harmonik tahunan (satu gelombang per tahun)Garis putus-putus — harmonik semi-tahunan (dua gelombang per tahun)
Curah hujan bulanan normal di Jakarta, mm
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
4323382071681339358514180130270
Total tahunan
1.999 mm
Terbasah
Jan 432 mm
Terkering
Sep 41 mm
Bulan basah (> 100 mm)
7 / 12 · kering 3

Bulan basah dan kering memakai kriteria Mohr (> 100 mm, < 60 mm) seperti Schmidt–Ferguson, tetapi dihitung dari tahun normal, bukan per tahun — jadi bukan nilai Q Schmidt–Ferguson.

Pola serupa — bentuk tahunan paling mirip, bukan zona yang sama

Mengapa Monsunal? Puncak hujannya jatuh 0,6 bulan dari pusat monsun Asia, dalam ambang Monsunal (≤ 3 bulan). Musim hujannya sejalan dengan sebagian besar Indonesia.

Angka pastinya
Rasio semi-tahunan/tahunan:
0.400
— ambang Ekuatorial 1.00
Jarak puncak dari pusat monsun:
0.622 bulan
— ambang Monsunal ≤3, Lokal >3
Amplitudo tahunan / semi-tahunan:
150.9 / 60.3 mm
Bandingkan dengan Ambon →Lihat di petaUbah gelombangnya sendiri

Tiga bentuk acuan — contoh sintetis, bukan data lokasi nyata

MonsunalJan–Des · kota ini
EkuatorialJan–Des
LokalJan–Des

Klasifikasi turunan dari data presipitasi grid terbuka, bukan Zona Musim resmi BMKG. Angka di halaman ini adalah normal 2006–2015 di titik koordinat kota, bukan prakiraan. Untuk prakiraan awal musim di Jakarta, rujuk BMKG.