Kepulauan Riau
Tanjungpinang
Tanjungpinang paling basah di Desember (406 mm) dan paling kering di Februari (139 mm). Pada bulan yang sama, Jakarta menerima 270 mm.
Bacaan lapangan · normal 2006–2015
Ekuatorial · ekuatorial-4
| Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agu | Sep | Okt | Nov | Des |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 248 | 139 | 217 | 325 | 278 | 222 | 232 | 209 | 216 | 216 | 344 | 406 |
- Total tahunan
- 3.052 mm
- Terbasah
- Des 406 mm
- Terkering
- Feb 139 mm
- Bulan basah (> 100 mm)
- 12 / 12 · kering 0
Bulan basah dan kering memakai kriteria Mohr (> 100 mm, < 60 mm) seperti Schmidt–Ferguson, tetapi dihitung dari tahun normal, bukan per tahun — jadi bukan nilai Q Schmidt–Ferguson.
Pola serupa — bentuk tahunan paling mirip, bukan zona yang sama
Mengapa Ekuatorial? Gelombang dua-kali-setahun lebih kuat dari yang sekali-setahun (rasio 2,52, ambang 1,00). Dua musim hujan dalam setahun, bukan satu.
Angka pastinya
- Rasio semi-tahunan/tahunan:
- 2.519
- — ambang Ekuatorial 1.00
- Amplitudo tahunan / semi-tahunan:
- 27.7 / 69.7 mm
Tiga bentuk acuan — contoh sintetis, bukan data lokasi nyata
Klasifikasi turunan dari data presipitasi grid terbuka, bukan Zona Musim resmi BMKG. Angka di halaman ini adalah normal 2006–2015 di titik koordinat kota, bukan prakiraan. Untuk prakiraan awal musim di Tanjungpinang, rujuk BMKG.