Kota · Kepulauan Riau

Kota Batam

Profil risiko historis dari 0 gempa M4+ dalam radius 100 km, catatan historis. Diperbarui 1 Nov 2026.

0/100

Aktivitas: RendahSkor aktivitas historis

Tercatat 0 gempa M5 ke atas dalam radius 100 km dari Kota Batam.

Bagikan ke WhatsApp

Di antara wilayah yang sudah diskor

Memuat perbandingan wilayah…

Ringkasan

Lingkaran = radius 100 km yang dihitung untuk wilayah ini. Gempa M4.5+ di dalamnya tetap berwarna menurut kedalaman; di luarnya dipudarkan.
0
gempa M4+ dalam 100 km
0
di antaranya M5 ke atas
—
terbesar
—
kedalaman rata-rata
363 km
ke Sumatran Fault (Great Sumatra Fault)
Rendah
riwayat tsunami (pesisir)
0
gempa M6+
0
gempa M7+

Peringkat aktivitas

#52Skor aktivitas 0 dari 100Kota BatamPeringkat 52 dari 52 wilayah yang sudah diskorRendah
Paling aktifPaling tenang

Rekaman gempa 1970–sekarang

0 kejadian tercatat. Satu garis per kejadian — tinggi menandai magnitudo, warna menandai kedalaman. Rentang tenang terpanjang dan gempa terbesar ditandai otomatis. Skala waktu dan magnitudo sama pada rekaman pembanding.

Rekaman gempa 1970–sekarang untuk Kota Batam dibandingkan Padang, sumbu waktu dan magnitudo sama untuk keduanya
Rekaman gempa 1970–sekarang untuk Kota Batam dibandingkan Padang, sumbu waktu dan magnitudo sama untuk keduanya
RingkasanNilai
Padang — Rentang tenang terpanjang (tanpa M5 ke atas)5,1 tahun, 9 Des 1994–29 Des 1999
Padang — Gempa terbesar tercatatM7.6 pada 30 Sep 2009
Padang — 1970-an9 kejadian, terbesar M6.1
Padang — 1980-an21 kejadian, terbesar M5.4
Padang — 1990-an29 kejadian, terbesar M6.4
Padang — 2000-an143 kejadian, terbesar M7.6
Padang — 2010-an71 kejadian, terbesar M6.3
Padang — 2020-an49 kejadian, terbesar M5.2
Warna = kedalaman:DangkalMenengahDalam

Sumber data: USGS · BMKG

Distribusi

Frekuensi magnitudo

Berapa banyak gempa di tiap tingkat kekuatan, sepanjang catatan.

Jumlah gempa tercatat per tingkat magnitudo, dalam radius 100 km
Jumlah gempa tercatat per tingkat magnitudo, dalam radius 100 km
Tingkat magnitudoJumlah kejadian
M4+0
M5+0
M6+0
M7+0

Tiap satu angka magnitudo adalah lompatan besar. Skala magnitudo bersifat logaritmik: naik 1 angka berarti guncangan di seismograf ±10 kali lebih besar, dan energi yang dilepaskan ±32 kali lebih besar. Jadi M7 bukan “sedikit di atas” M6 — energinya sekitar 32 kali lipat, dan M7 dibanding M5 sekitar 1.000 kali lipat.

Itu juga sebabnya batangnya memendek drastis: gempa besar melepas energi jauh lebih banyak, dan kejadian sebesar itu jauh lebih jarang. Pola menurun seperti ini berlaku di seluruh dunia, bukan khas wilayah ini.

Jumlah dihitung dalam radius 100 km dari pusat wilayah. Angka perbandingan energi di atas adalah pembulatan yang lazim dipakai untuk penjelasan, bukan hasil hitungan per kejadian.

Distribusi kedalaman

Kedalaman menentukan seberapa keras guncangan terasa di permukaan.

Jumlah gempa tercatat per rentang kedalaman
Jumlah gempa tercatat per rentang kedalaman
Rentang kedalaman (km)Jumlah kejadian
0–300
30–700
70–1500
150–3000
300+0
Dangkal < 30 kmMenengah 30–100 kmDalam > 100 km

Kenapa kedalaman dihitung terpisah dari kekuatan. Gempa M6 pada kedalaman 10 km dan M6 pada kedalaman 200 km punya magnitudo sama, tetapi yang dangkal melepaskan energinya jauh lebih dekat ke permukaan, sehingga guncangan yang sampai ke bangunan jauh lebih keras dan wilayah rusaknya lebih sempit tapi lebih parah. Gempa dalam menyebar energinya lewat jarak yang lebih panjang, jadi terasa lebih luas tetapi lebih lemah.

Yogyakarta 2006 adalah contohnya: M6,3 — tidak termasuk gempa terbesar di arsip ini — tetapi kedalamannya hanya sekitar 12 km, dan menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam catatan modern Indonesia. Itulah sebabnya batang di sebelah kiri grafik ini lebih penting daripada tingginya saja.

Batas 70 km yang dipakai skor adalah garis yang kami tetapkan untuk memisahkan “dangkal” dari “dalam”. Alam tidak punya batas setegas itu — kedalaman 69 km dan 71 km hampir sama saja.

Langkah kesiapsiagaan

Disesuaikan dengan tingkat aktivitas wilayah ini dan statusnya sebagai wilayah pesisir. Yang bisa dilakukan hari ini — bukan karena gempa akan datang, tetapi karena kesiapan selalu berguna.

0 dari 7 siap

Tersimpan di perangkat ini

Checklist edukatif umum. Untuk panduan resmi, rujuk BNPB & BMKG.

Bagaimana angka ini dibuat

Setiap angka di halaman ini bisa ditelusuri ke aturannya.

Cakupan data— · 0 gempa M4+

Tidak ada kejadian tercatat di sekitar wilayah ini dalam basis data ini, jadi komponen frekuensi bernilai nol — bukan berarti wilayah ini pasti aman.

  • Rentangnya berbeda tiap lokasi. Rentang dihitung dari kejadian yang ditemukan di dekat lokasi, bukan dari jendela tetap. Wilayah yang sepi bisa punya rentang pendek, sehingga rata-rata per tahunnya terlihat lebih tinggi daripada kalau dibagi seluruh periode arsip.
  • Ada batas magnitudo. Arsip historis USGS disaring pada M4,0 ke atas, jadi gempa yang lebih kecil umumnya tidak terhitung. Kejadian langsung dari BMKG bisa lebih kecil dari itu.
  • Dekade awal lebih tipis. Jaringan seismik dulu lebih jarang, sehingga kejadian lama lebih mungkin luput dari catatan dibanding kejadian belakangan.
Apa arti tingkat aktivitasRendah

Aktivitas seismik historis di sekitar titik ini relatif rendah dibanding wilayah lain. Jumlah kejadian dihitung dalam radius tetap 100 km dan tidak dinormalisasi terhadap luas wilayah maupun populasi — gunakan persentil untuk perbandingan relatif. Indikator pola historis, bukan prediksi.