Memori bencana

Yang sudah terjadi, dan apa yang kita pelajari

Arsip gempa dan tsunami besar yang membentuk kesadaran kebencanaan Indonesia. Halaman ini bukan peringatan — ini catatan, supaya kesiapsiagaan hari ini punya pijakan.

Rekaman nasional

Gempa terbesar tiap tahun di Indonesia sejak 1970 (M4.5+, tinggi = magnitudo, warna = kedalaman), dengan bencana dalam arsip ini ditandai. Banyak gempa besar tidak menjadi bencana, dan bencana tidak selalu berasal dari gempa terbesar.
20
kejadian terdokumentasi
1992–2022
rentang tahun
M9.1
magnitudo terbesar
185.482
korban jiwa tercatat — jumlah dari arsip ini, bukan total nasional

2020s

Gempa Cianjur

Magnitudo 5.6, kedalaman 20 km

Gempa dangkal M5.6 di Cianjur, Jawa Barat, menyebabkan kerusakan berat dan korban jiwa yang tinggi relatif terhadap magnitudonya akibat kedalaman dangkal dan kepadatan penduduk.

635
korban jiwa
114.000
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Cianjur 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M5.6) ditandai di antara 389 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Cianjur sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗

Gempa Mamuju–Majene

Magnitudo 6.2, kedalaman 20 km

Gempa dangkal mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, pada dini hari 15 Januari 2021 waktu setempat, meruntuhkan rumah sakit, kantor pemerintahan, dan ribuan rumah. Menurut BNPB, 105 orang meninggal dan ribuan orang luka-luka.

105
korban jiwa
Rekaman gempa Majene 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M4.3) ditandai di antara 81 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Majene sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

2010s

Gempa Ambon

Magnitudo 6.5, kedalaman 20 km

Gempa dangkal di timur laut Ambon pada pagi 26 September 2019 waktu setempat merusak lebih dari 6.000 rumah di Maluku dan memicu longsor serta likuefaksi. Sebanyak 41 orang meninggal dan sekitar 170.900 orang kehilangan tempat tinggal atau mengungsi.

41
korban jiwa
170.900
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Kota Ambon 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M4.0) ditandai di antara 633 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Kota Ambon sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa, Tsunami & Likuefaksi Palu

Magnitudo 7.5, kedalaman 20 km

Gempa M7.5 pada Sesar Palu-Koro memicu tsunami di Teluk Palu dan likuefaksi tanah masif di Petobo dan Balaroa, menelan ribuan korban jiwa.

4.340
korban jiwa
206.000
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Donggala 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M4.2) ditandai di antara 325 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Donggala sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗

Gempa Lombok

Magnitudo 6.9, kedalaman 20 km

Rangkaian gempa kuat mengguncang Pulau Lombok pada Juli–Agustus 2018, dengan puncak M6.9 yang menimbulkan kerusakan besar di Lombok Utara dan Timur.

563
korban jiwa
417.000
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Lombok Timur 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M6.9) ditandai di antara 412 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Lombok Timur sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗

Gempa Pidie Jaya

Magnitudo 6.5, kedalaman 20 km

Gempa dangkal di darat mengguncang Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya pada pagi 7 Desember 2016 waktu setempat, merusak lebih dari 18.000 bangunan. Sedikitnya 104 orang meninggal dan lebih dari 85.000 orang mengungsi.

104
korban jiwa
85.256
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Aceh Besar 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M4.3) ditandai di antara 333 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Aceh Besar sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa & Tsunami Mentawai

Magnitudo 7.8, kedalaman 20 km

Gempa di lepas pantai Kepulauan Mentawai memicu tsunami yang melanda pesisir Pulau Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipura. Menurut BNPB, 509 orang meninggal, 21 orang hilang, dan 11.425 orang mengungsi.

509
korban jiwa
11.425
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Kepulauan Mentawai 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M4.6) ditandai di antara 904 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Kepulauan Mentawai sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

2000s

Gempa & Tsunami Padang/Mentawai

Magnitudo 7.6, kedalaman 20 km

Gempa M7.6 di lepas pantai Sumatera Barat menyebabkan kerusakan luas di Kota Padang dan sekitarnya, dengan ribuan bangunan runtuh.

1.115
korban jiwa
250.000
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Kota Pariaman 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M7.6) ditandai di antara 251 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Kota Pariaman sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗

Gempa Tasikmalaya

Magnitudo 7.0, kedalaman 20 km

Gempa di selatan Jawa Barat menimbulkan kerusakan parah di Tasikmalaya, Cianjur, dan sekitarnya, termasuk longsor di Cikangkareng, Cianjur. Sedikitnya 81 orang meninggal dan lebih dari 1.200 orang luka-luka.

81
korban jiwa
Rekaman gempa Garut 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M7.0) ditandai di antara 514 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Garut sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa Bengkulu

Magnitudo 8.4, kedalaman 20 km

Gempa besar di lepas pantai Bengkulu, disusul gempa M7,9 keesokan paginya, merusak lebih dari 56.000 bangunan di Bengkulu dan Sumatera Barat. Sebanyak 25 orang meninggal dan sedikitnya 161 orang luka-luka.

25
korban jiwa
Rekaman gempa Bengkulu 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M4.7) ditandai di antara 781 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Bengkulu sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa & Tsunami Pangandaran

Magnitudo 7.7, kedalaman 20 km

Gempa di selatan Jawa dengan guncangan yang relatif lemah di darat memicu tsunami yang melanda sekitar 300 km pesisir selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, termasuk Pangandaran dan Cilacap. Sekitar 665 orang meninggal dan 65 orang hilang, seluruhnya akibat tsunami.

665
korban jiwa
Rekaman gempa Garut 1970–sekarang, 514 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Garut sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa Yogyakarta

Magnitudo 6.4, kedalaman 20 km

Gempa dangkal M6.4 di dekat Sesar Opak meruntuhkan puluhan ribu bangunan di Bantul dan sekitarnya. Kedalaman dangkal membuat kerusakan sangat parah meski magnitudonya menengah.

5.782
korban jiwa
1.500.000
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Bantul 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M6.3) ditandai di antara 116 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Bantul sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗

Gempa & Tsunami Nias

Magnitudo 8.6, kedalaman 20 km

Gempa besar di lepas pantai barat Sumatera Utara, tiga bulan setelah gempa Aceh 2004, menghancurkan banyak bangunan di Pulau Nias, Simeulue, dan Kepulauan Banyak serta memicu tsunami lokal. Lebih dari 1.300 orang meninggal, sebagian besar di Pulau Nias.

1.303
korban jiwa
Rekaman gempa Simeulue 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M8.6) ditandai di antara 1396 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Simeulue sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa & Tsunami Aceh (Samudra Hindia)

Magnitudo 9.1, kedalaman 20 km

Gempa megathrust M9.1 di lepas pantai barat Aceh memicu tsunami Samudra Hindia, salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah modern. Gelombang menerjang Aceh dan menyebar ke 14 negara.

167.000
korban jiwa
500.000
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Simeulue 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M5.4) ditandai di antara 1396 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Simeulue sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa Bengkulu (Enggano)

Magnitudo 7.9, kedalaman 20 km

Gempa di lepas pantai selatan Bengkulu dekat Pulau Enggano menimbulkan kerusakan luas dan longsor di wilayah Bengkulu. Sedikitnya 103 orang meninggal dan lebih dari 2.000 orang luka-luka.

103
korban jiwa
Rekaman gempa Bengkulu 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M5.0) ditandai di antara 781 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Bengkulu sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa & Tsunami Banggai

Magnitudo 7.6, kedalaman 20 km

Gempa di Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, disertai tsunami lokal yang merusak pesisir timur Luwuk dan Pulau Peleng. Sedikitnya 46 orang meninggal dan sekitar 30.000 orang kehilangan tempat tinggal.

46
korban jiwa
30.000
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Kota Gorontalo 1970–sekarang, 1294 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Kota Gorontalo sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

1990s

Gempa & Tsunami Biak

Magnitudo 8.1, kedalaman 20 km

Gempa besar di lepas pantai utara Papua memicu tsunami setinggi hingga sekitar 7 meter yang merusak Pulau Biak dan Supiori. Sedikitnya 108 orang meninggal, 58 orang hilang, dan lebih dari 5.000 rumah rusak.

108
korban jiwa
Rekaman gempa Biak Numfor 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M5.3) ditandai di antara 487 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Biak Numfor sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa & Tsunami Banyuwangi

Magnitudo 7.8, kedalaman 20 km

Gempa di selatan Jawa Timur pada dini hari 3 Juni 1994 waktu setempat memicu tsunami yang melanda pesisir selatan Banyuwangi. Sedikitnya 250 orang meninggal dan 27 orang hilang, sebagian besar akibat tsunami.

250
korban jiwa
Rekaman gempa Kota Malang 1970–sekarang, 158 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Kota Malang sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa Liwa (Lampung Barat)

Magnitudo 6.9, kedalaman 20 km

Gempa dangkal mengguncang Lampung Barat dini hari 16 Februari 1994 waktu setempat, dengan kerusakan terparah di sekitar Liwa akibat guncangan, longsor, dan kebakaran. Sedikitnya 207 orang meninggal dan sekitar 75.000 orang kehilangan tempat tinggal.

207
korban jiwa
75.000
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Bandar Lampung 1970–sekarang, 299 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Bandar Lampung sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Gempa & Tsunami Flores

Magnitudo 7.8, kedalaman 20 km

Gempa di Laut Flores memicu tsunami yang melanda pesisir utara Pulau Flores, dengan kerusakan terberat di Maumere dan Pulau Babi. Sekitar 2.500 orang meninggal atau hilang dan sekitar 90.000 orang kehilangan tempat tinggal.

2.500
korban jiwa
90.000
kehilangan tempat tinggal / mengungsi
Rekaman gempa Sikka 1970–sekarang, dengan kejadian ini (M7.8) ditandai di antara 472 kejadian tercatat.

Rekaman gempa M5+ Sikka sejak 1970; kejadian ini ditandai hitam.

Rujukan:Sumber 1 ↗Sumber 2 ↗

Magnitudo dan episentrum tiap kejadian berasal dari katalog di atas. Angka korban jiwa dan pengungsi dikurasi manual dari catatan publik per kejadian, bukan dari feed BMKG maupun USGS, dan dapat berbeda antar sumber resmi.