Produksi Indonesia
Indonesia adalah produsen besar untuk beberapa unsur. Halaman ini menyatakan pangsa produksi dunia, per unsur, dengan edisi dan tahap pelaporan melekat pada setiap angka.
| Z | Unsur | Komoditas sebagaimana dilaporkan | Pangsa produksi dunia | Tahap | Tahun data |
|---|---|---|---|---|---|
| 28 | Ni Nikel | Nickel | 50.0% | bijih tambang | 2023 |
| 50 | Sn Timah | Tin | 17.9% | bijih tambang | 2023 |
| 27 | Co Kobalt | Cobalt | 7.4% | bijih tambang | 2023 |
| 13 | Al Aluminium | Bauxite | 5.3% | bijih tambang | 2023 |
| 29 | Cu Tembaga | Copper | 3.8% | bijih tambang | 2023 |
| 79 | Au Emas | Gold | 3.7% | bijih tambang | 2023 |
| 47 | Ag Perak | Silver | 0.9% | bijih tambang | 2023 |
Bacalah dengan cermat. Produksi bukan cadangan dan bukan konsumsi; sebuah negara dapat memproduksi unsur yang tidak dipakainya, dan memiliki cadangan yang tidak ditambangnya.
Tahap pelaporan penting. Angka tambang menghitung bijih di lokasi tambang; angka olahan menghitung logam setelah pemrosesan. Keduanya besaran berbeda dan tidak pernah dicampur pada satu skala di sini.
Unsur yang dilacak USGS tetapi tanpa laporan produksi Indonesia ditandai "tidak diproduksi" — sebuah fakta, dan jelas bukan ujung bawah skala. Unsur yang sama sekali tidak dilacak USGS tidak memiliki data produksi, dan diarsir sebagai tidak diketahui.
Dilacak tanpa produksi Indonesia: 61 unsur
Halaman ini menampilkan pangsa produksi dan berhenti di situ. Tidak ada penilaian atas kebijakan pertambangan maupun dampaknya.
U.S. Geological Survey, Mineral Commodity Summaries 2024. Public domain.