Sumatra Utara
Sibolga
Sibolga paling basah di November (494 mm) dan paling kering di Juni (160 mm). Pada bulan yang sama, Jakarta menerima 130 mm.
Bacaan lapangan · normal 2006–2015
Monsunal · monsunal-2
| Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agu | Sep | Okt | Nov | Des |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 323 | 276 | 348 | 316 | 230 | 160 | 228 | 224 | 269 | 419 | 494 | 423 |
- Total tahunan
- 3.709 mm
- Terbasah
- Nov 494 mm
- Terkering
- Jun 160 mm
- Bulan basah (> 100 mm)
- 12 / 12 · kering 0
Bulan basah dan kering memakai kriteria Mohr (> 100 mm, < 60 mm) seperti Schmidt–Ferguson, tetapi dihitung dari tahun normal, bukan per tahun — jadi bukan nilai Q Schmidt–Ferguson.
Mengapa Monsunal? Puncak hujannya jatuh 1,1 bulan dari pusat monsun Asia, dalam ambang Monsunal (≤ 3 bulan). Musim hujannya sejalan dengan sebagian besar Indonesia.
Angka pastinya
- Rasio semi-tahunan/tahunan:
- 0.541
- — ambang Ekuatorial 1.00
- Jarak puncak dari pusat monsun:
- 1.141 bulan
- — ambang Monsunal ≤3, Lokal >3
- Amplitudo tahunan / semi-tahunan:
- 108.8 / 58.8 mm
Tiga bentuk acuan — contoh sintetis, bukan data lokasi nyata
Klasifikasi turunan dari data presipitasi grid terbuka, bukan Zona Musim resmi BMKG. Angka di halaman ini adalah normal 2006–2015 di titik koordinat kota, bukan prakiraan. Untuk prakiraan awal musim di Sibolga, rujuk BMKG.