BerandaCerita singkat: tiga pola hujan IndonesiaPetaPeta rezim hujan dan kurva bulanan tiap kotaBandingkanBandingkan kurva hujan dua kota pada satu sumbu bulanCara kerjaDekomposisi harmonik, ambang, data, dan kecocokan dengan BMKG

Sumatra Barat

Padang

Ekuatorialekuatorial-1BMKG: Ekuatorial (perkiraan) · cocok

Padang paling basah di November (442 mm) dan paling kering di Februari (228 mm). Pada bulan yang sama, Jakarta menerima 130 mm.

Bacaan lapangan · normal 2006–2015

Ekuatorial · ekuatorial-1

0221442JANFEBMARAPRMEIJUNJULAGUSEPOKTNOVDES
Batang — curah hujan bulanan aktualGaris penuh — harmonik tahunan (satu gelombang per tahun)Garis putus-putus — harmonik semi-tahunan (dua gelombang per tahun)
Curah hujan bulanan normal di Padang, mm
JanFebMarAprMeiJunJulAguSepOktNovDes
300228338383233261270240279391442389
Total tahunan
3.754 mm
Terbasah
Nov 442 mm
Terkering
Feb 228 mm
Bulan basah (> 100 mm)
12 / 12 · kering 0

Bulan basah dan kering memakai kriteria Mohr (> 100 mm, < 60 mm) seperti Schmidt–Ferguson, tetapi dihitung dari tahun normal, bukan per tahun — jadi bukan nilai Q Schmidt–Ferguson.

Pola serupa — bentuk tahunan paling mirip, bukan zona yang sama

Mengapa Ekuatorial? Gelombang dua-kali-setahun lebih kuat dari yang sekali-setahun (rasio 1,06, ambang 1,00). Dua musim hujan dalam setahun, bukan satu.

Angka pastinya
Rasio semi-tahunan/tahunan:
1.063
— ambang Ekuatorial 1.00
Amplitudo tahunan / semi-tahunan:
56.1 / 59.6 mm
Bandingkan dengan Jakarta →Lihat di petaUbah gelombangnya sendiri

Tiga bentuk acuan — contoh sintetis, bukan data lokasi nyata

MonsunalJan–Des
EkuatorialJan–Des · kota ini
LokalJan–Des

Klasifikasi turunan dari data presipitasi grid terbuka, bukan Zona Musim resmi BMKG. Angka di halaman ini adalah normal 2006–2015 di titik koordinat kota, bukan prakiraan. Untuk prakiraan awal musim di Padang, rujuk BMKG.