Skip to content

Selapanan and slametan

Selapanan recurs every 35 days from a weton. Slametan dates are counted from the day of death. Both are date calculation, and nothing more.

Slametan reckoning

The counting rule: the day of death counts as the first day. Nelung dina means the third day, not three days later. Counting practice varies by region; the rule used here is stated openly so it can be checked.

1101001000GeblagNelung dinaMitung dinaMatang puluhNyatusMendhak sepisanMendhak pindhoNyewuday number (logarithmic scale)
SlametanGregorianWeton
GeblagHari ke-1, hari wafat dihitung sebagai hari pertama2026-01-01Kemis Pon
Nelung dinaHari ke-3, hari wafat dihitung sebagai hari pertama2026-01-03Setu Kliwon
Mitung dinaHari ke-7, hari wafat dihitung sebagai hari pertama2026-01-07Rebo Wage
Matang puluhHari ke-40, hari wafat dihitung sebagai hari pertama2026-02-09Senen Pahing
NyatusHari ke-100, hari wafat dihitung sebagai hari pertama2026-04-10Jemuwah Pahing
Mendhak sepisanTanggal Jawa yang sama, 1 tahun Jawa sesudahnya2026-12-22Selasa Pon
Mendhak pindhoTanggal Jawa yang sama, 2 tahun Jawa sesudahnya2027-12-11Setu Pahing
NyewuHari ke-1000, hari wafat dihitung sebagai hari pertama2028-09-26Selasa Pahing

This page presents dates only. No interpretation is attached to them.