Sources
Every anchor, kurup definition, and table this app uses, with its source and its status. What is unverified is marked as such rather than hidden.
Anchors
anchor.lunar.1555
1 Sura Alip 1555 AJ = 1 Muharam 1043 H = 8 Juli 1633 M, jatuh pada Jemuwah Legi.
Source Mystic Synthesis in Java: A History of Islamization from the Fourteenth to the Early Nineteenth Centuries — M. C. Ricklefs (2006), EastBridge. pembahasan reformasi kalender Sultan Agung: kalender Saka solar diganti sistem lunar pada 1633 M dengan hitungan tahun Saka diteruskan, sehingga tahun Jawa 1555 dimulai pada tahun itu.
Cross-check Diturunkan maju dari titik ini memakai pola panjang tahun windu (354/355) dan koreksi kurup 120 tahun, awal tahun Alip berikutnya jatuh pada Kemis Kliwon (1627 AJ), Rebo Wage (1747 AJ), dan Selasa Pon (1867 AJ) — persis nama kurup Amiswon, Aboge, dan Asapon yang terdokumentasi, dengan Asapon jatuh pada 24 Maret 1936 M sesuai tanggal yang dicatat sumber. Empat nama dan satu tanggal Masehi tereproduksi dari satu anchor; itu bukan kebetulan aritmetika.
Locator bersifat deskriptif, bukan halaman yang ditranskripsi. Korespondensi AJ 1555 = 1043 H = 1633 M adalah baku dalam literatur kalender Jawa; yang diverifikasi di sini adalah konsistensi internalnya, bukan transkripsi satu halaman cetak. Perlu dikonfirmasi seorang peninjau terhadap kalender Jawa cetak.
anchor.pasaran.1633
JDN 2317690 adalah Legi, pasaran pertama. Karena 2317690 mod 5 = 0, indeks pasaran untuk sembarang hari adalah JDN mod 5, urutan Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon.
Source Mystic Synthesis in Java — M. C. Ricklefs (2006), EastBridge. awal tahun Jawa 1555 AJ dicatat jatuh pada Jemuwah Legi.
Cross-check Diproyeksikan maju 113.995 hari, anchor ini memberi Jemuwah Legi untuk 17 Agustus 1945 — weton Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yang tercatat luas secara independen dari literatur kalender. Hari Jumat pada tanggal itu terkonfirmasi terpisah lewat JDN mod 7.
Siklus pasaran kontinu dan tak terbatas ke dua arah. Anchor ini tidak membatasi rentang keberlakuannya; ia hanya menetapkan fasenya.
anchor.dina.1633
JDN 2317690 adalah Jemuwah (Jumat). Karena 2317690 mod 7 = 4, indeks dina adalah JDN mod 7 dengan urutan Senen, Selasa, Rebo, Kemis, Jemuwah, Setu, Ahad.
Source Explanatory Supplement to the Astronomical Almanac — P. Kenneth Seidelmann (ed.) (1992), University Science Books. bab kalender: hari dalam pekan diperoleh dari JD mod 7, dan pekan tujuh hari berjalan tanpa putus melewati reformasi Gregorian.
Cross-check Pekan tujuh hari tidak pernah terputus dalam sejarah tercatat, termasuk saat reformasi Gregorian 1582. Aturan JDN mod 7 diuji terhadap tanggal-tanggal yang hari pekannya diketahui independen: 1 Januari 2000 (Sabtu) dan 17 Agustus 1945 (Jumat).
Nama dina Jawa adalah nama pekan Islam yang diserap; pemetaannya ke hari Masehi satu-ke-satu dan tidak diperdebatkan.
anchor.wuku.pawukon
JDN 146 adalah hari pertama wuku Sinta, hari ke-0 dari siklus pawukon 210 hari. Indeks hari dalam siklus adalah (JDN - 146) mod 210; nomor wuku adalah hasil bagi indeks itu dengan 7.
Source Calendrical Calculations — Edward M. Reingold dan Nachum Dershowitz (2018), Cambridge University Press. bab 12, The Balinese Pawukon Calendar, hlm. 185–194: epoch pawukon ditetapkan pada JD 146, dan posisi dalam siklus 210 hari dihitung sebagai selisih modulo dari epoch itu.
Cross-check Babad Bali (Yayasan Bali Galang), pewarigaan Januari 2010, https://www.babadbali.com/pewarigaan/kalebali.php — tabel bulanan itu mencantumkan enam wuku sebaris demi sebaris dengan enam pekannya, dan seluruh 31 hari cocok: 1–2 Uye, 3–9 Menail, 10–16 Prangbakat, 17–23 Bala, 24–30 Ugu, 31 Wayang. Diperkuat dua kalender Bali lain untuk 8 Agustus 2026, https://kalenderbali.org/ dan https://kalenderbali.info/, keduanya menyebut Saniscara Paing Marakeh. Jarak enam belas tahun antara kedua pemeriksaan itulah yang membuatnya bernilai: fase yang meleset satu wuku harus ditanggung bersama oleh ketiganya untuk lolos dari keduanya. Diuji di tests/cycles/pawukon-crosscheck.test.ts.
Fase siklus ini sekarang sudah diadu dengan sumber Bali yang tidak diturunkan dari Reingold & Dershowitz, sehingga kesepakatan keduanya berupa bukti, bukan pengulangan. Konsistensi internalnya juga baik — JDN 146 mod 7 = 6, yaitu Ahad, sesuai aturan bahwa setiap wuku selalu mulai hari Ahad (Redite), dan sebagai konsekuensinya aturan itu berlaku untuk seluruh 30 wuku. Dua catatan yang tetap perlu diketahui pembaca. Pertama, nama berbeda sedangkan posisi tidak: tradisi Bali dan Jawa memberi nama berlainan untuk pekan yang sama — Uye/Wuye, Menail/Manahil, Merakih/Marakeh, Ugu/Wugu — sehingga pengujian menegaskan indeks, bukan ejaan, dan mesin ini tetap memakai nama Jawa. Kedua, ketiga sumber pembanding adalah kalender terbitan web, bukan kalender cetak; memeriksa satu kalender Bali atau Jawa cetak masih akan menambah bobot, terutama untuk tanggal sebelum tahun 2000.
Kurup
kurup.ajumgi.1555
Ajumgi — Alip Jemuwah Legi, 1555–1626 AJ, mulai 1633-07-08
Source Daftar kurup dalam pananggalan Jawa Sultan Agungan. urutan kurup beserta weton awal tahun Alip — Ajumgi, Amiswon, Aboge, Asapon — sebagaimana dicatat tradisi pananggalan Kraton Surakarta dan Ngayogyakarta dan dicetak ulang dalam almanak Jawa tahunan.
Cross-check Titik mulanya identik dengan anchor.lunar.1555, yang terverifikasi terpisah. Panjang 72 tahun terkonfirmasi secara tidak langsung: hanya dengan panjang itu rantai kurup berikutnya mendarat tepat pada Kemis Kliwon, Rebo Wage, dan Selasa Pon — yakni nama Amiswon, Aboge, dan Asapon yang terdokumentasi.
Kurup pertama berjalan 72 tahun (9 windu), bukan 120 seperti kurup sesudahnya. Sebab historis pemendekan itu tidak dicatat di sini dan sengaja tidak dikarang; yang bisa ditegaskan hanyalah konsekuensi aritmetikanya. Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.
kurup.amiswon.1627
Amiswon — Alip Kemis Kliwon, 1627–1746 AJ, mulai 1703-05-17
Source Daftar kurup dalam pananggalan Jawa Sultan Agungan. urutan kurup beserta weton awal tahun Alip — Ajumgi, Amiswon, Aboge, Asapon — sebagaimana dicatat tradisi pananggalan Kraton Surakarta dan Ngayogyakarta dan dicetak ulang dalam almanak Jawa tahunan.
Cross-check Diturunkan dari akhir kurup Ajumgi memakai pola windu dan koreksi satu hari; weton hasilnya, Kemis Kliwon, cocok dengan nama kurup yang terdokumentasi.
Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.
kurup.aboge.1747
Aboge — Alip Rebo Wage, 1747–1866 AJ, mulai 1819-10-20
Source Daftar kurup dalam pananggalan Jawa Sultan Agungan. urutan kurup beserta weton awal tahun Alip — Ajumgi, Amiswon, Aboge, Asapon — sebagaimana dicatat tradisi pananggalan Kraton Surakarta dan Ngayogyakarta dan dicetak ulang dalam almanak Jawa tahunan.
Cross-check Weton hasil turunan, Rebo Wage, cocok dengan nama kurup yang terdokumentasi luas. Aboge adalah kurup yang masih dipakai sejumlah komunitas sampai sekarang.
Sejumlah komunitas — antara lain di Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Kebumen — meneruskan perhitungan Aboge setelah 1866 AJ dan tidak menerapkan koreksi kurup Asapon. Itulah sebab hari raya di desa-desa Aboge kadang berselisih sehari dengan penetapan nasional. Aplikasi ini menyajikan keduanya; tidak satu pun disebut benar atau ketinggalan zaman. Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.
kurup.asapon.1867
Asapon — Alip Selasa Pon, 1867–1986 AJ, mulai 1936-03-24
Source Daftar kurup dalam pananggalan Jawa Sultan Agungan. urutan kurup beserta weton awal tahun Alip — Ajumgi, Amiswon, Aboge, Asapon — sebagaimana dicatat tradisi pananggalan Kraton Surakarta dan Ngayogyakarta dan dicetak ulang dalam almanak Jawa tahunan.
Cross-check Tanggal mulainya, 24 Maret 1936 M, tereproduksi persis dari anchor 1633 lewat pola windu dan tiga koreksi kurup — tanggal Masehi dan weton Selasa Pon keduanya cocok dengan yang tercatat sumber.
Kurup yang berlaku sekarang. Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.
kurup.anenhing.1987Unverified
Anenhing — Alip Senen Pahing, 1987–2106 AJ, mulai 2052-08-26
Source Daftar kurup dalam pananggalan Jawa Sultan Agungan. urutan kurup beserta weton awal tahun Alip — Ajumgi, Amiswon, Aboge, Asapon — sebagaimana dicatat tradisi pananggalan Kraton Surakarta dan Ngayogyakarta dan dicetak ulang dalam almanak Jawa tahunan.
Proyeksi, bukan catatan. Kurup ini belum mulai dan transisinya belum pernah dijalani siapa pun. Nilainya diperoleh dengan menerapkan aturan 120 tahun melewati transisi terdokumentasi yang terakhir, dan itu persis jenis ekstrapolasi yang diperingatkan proyek ini. Dirender abu-abu; jangan diandalkan. Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.
Tables
neptu.traditional
Nilai neptu dina dan pasaran
Source Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, Soemodidjojo Mahadewa. tabel neptu dina pitu dan pasaran lima.
Cross-check Nilai-nilai ini seragam di seluruh primbon cetak dan pustaka pananggalan Jawa; tidak termasuk hal yang diperselisihkan antar-daerah, berbeda dengan tafsir yang dibangun di atasnya.
Angkanya tradisional, penjumlahannya aritmetika. Jumlah neptu ditampilkan sebagai nilai terhitung. Apa pun yang diturunkan dari jumlah itu — watak, kecocokan, hari baik — adalah tafsir, bukan hitungan, dan tidak termasuk lingkup rilis ini.
mangsa.pranata
Tanggal dan pertanda dua belas mangsa
Source Pranatamangsa, the Javanese Agricultural Calendar — Its Bioclimatological and Sociocultural Function in Developing Rice Agriculture — N. Daldjoeni (1984), GeoJournal 8(1). tabel dua belas mangsa beserta tanggal mulai, panjang hari, dan pertanda alamnya.
Cross-check Panjang kedua belas mangsa berjumlah tepat 365 hari, dan tanggal batasnya bersambung tanpa celah maupun tumpang tindih — diuji pada setiap hari dalam satu tahun.
Pranata mangsa adalah kalender surya dan karena itu terikat tanggal Masehi, bukan pada siklus mana pun di atasnya. Justru itu yang membuatnya layak ditampilkan berdampingan. Pada tahun kabisat, Kawolu menyerap hari tambahan dan berjalan 27 hari. Pertanda alam bersifat agraris dan kedaerahan; ia dicatat sebagai keterangan pertanian, bukan ramalan.
What is unfinished
An open list of what is unverified or unimplemented. Publishing it is part of the point.
kurup.anenhing.1987
Proyeksi, bukan catatan. Kurup ini belum mulai dan transisinya belum pernah dijalani siapa pun. Nilainya diperoleh dengan menerapkan aturan 120 tahun melewati transisi terdokumentasi yang terakhir, dan itu persis jenis ekstrapolasi yang diperingatkan proyek ini. Dirender abu-abu; jangan diandalkan. Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.
lunar.dal.panjang-bulan
Tahun Dal dalam tradisi Surakarta memakai susunan panjang bulan yang tidak beraturan. Aturan itu belum diterapkan di sini karena belum ditranskripsi dari sumber, dan proyek ini tidak menyimpulkan aturan pananggalan dari pola umumnya. Panjang tahun Dal tidak terpengaruh, sehingga batas tahun tetap benar; tanggal di dalam tahun Dal bisa meleset beberapa hari.
primbon.lapisan-tafsir
Lapisan tafsir primbon belum dirilis. Ia menunggu peninjau yang paham praktik pananggalan Jawa, dan mesin kalender ini adalah produk yang utuh tanpanya. Skema data dan pemeriksa build untuk lapisan itu sudah ada dan sudah berlaku: setiap entri wajib bersumber, wajib beratribusi "Menurut …", dan ditolak jika memakai sapaan orang kedua atau mengandung peringkat.