Langsung ke isi

Kurup dan perselisihannya

Pola panjang tahun dalam windu berjalan sedikit lebih cepat daripada bulan sebenarnya. Kurup adalah koreksinya: satu hari dibuang tiap 120 tahun. Di sinilah kebanyakan penerapan salah, dan di sinilah komunitas benar-benar berbeda.

Kemis Pon · 2026-01-01

Pada tanggal ini kedua perhitungan berselisih.2026-01-01 · Kemis Pon

Ajumgi
Amiswon
Aboge
Asapon
Anenhing
Tanggal yang dilihat
Tanggal yang dilihat
Sejak sini: Asapon menerapkan koreksi 1867 AJ, Aboge tidak — keduanya berselisih setelah titik ini.
Sejak sini: Asapon menerapkan koreksi 1867 AJ, Aboge tidak — keduanya berselisih setelah titik ini.

Asapon

Alip Selasa Pon

12 Rejeb 1959

Windu
Dal
Kurup
Asapon

1936-03-24 + 32,790 hari

  1. Dari awal kurup Asapon (1 Sura 1867 AJ)32,602
  2. Melewati Sura30
  3. Melewati Sapar29
  4. Melewati Mulud30
  5. Melewati Bakda Mulud29
  6. Melewati Jumadilawal30
  7. Melewati Jumadilakir29
  8. Hari ke-12 dalam Rejeb12

Sumber Daftar kurup dalam pananggalan Jawa Sultan Agungan

urutan kurup beserta weton awal tahun Alip — Ajumgi, Amiswon, Aboge, Asapon — sebagaimana dicatat tradisi pananggalan Kraton Surakarta dan Ngayogyakarta dan dicetak ulang dalam almanak Jawa tahunan

Belum terverifikasi Tahun Dal dalam tradisi Surakarta memakai susunan panjang bulan yang tidak beraturan. Aturan itu belum diterapkan di sini karena belum ditranskripsi dari sumber, dan proyek ini tidak menyimpulkan aturan pananggalan dari pola umumnya. Panjang tahun Dal tidak terpengaruh, sehingga batas tahun tetap benar; tanggal di dalam tahun Dal bisa meleset beberapa hari.

Aboge

Alip Rebo Wage

11 Rejeb 1959

Windu
Dal
Kurup
Aboge

1819-10-20 + 75,314 hari

  1. Dari awal kurup Aboge (1 Sura 1747 AJ)75,127
  2. Melewati Sura30
  3. Melewati Sapar29
  4. Melewati Mulud30
  5. Melewati Bakda Mulud29
  6. Melewati Jumadilawal30
  7. Melewati Jumadilakir29
  8. Hari ke-11 dalam Rejeb11

Sumber Daftar kurup dalam pananggalan Jawa Sultan Agungan

urutan kurup beserta weton awal tahun Alip — Ajumgi, Amiswon, Aboge, Asapon — sebagaimana dicatat tradisi pananggalan Kraton Surakarta dan Ngayogyakarta dan dicetak ulang dalam almanak Jawa tahunan

Belum terverifikasi Tahun Dal dalam tradisi Surakarta memakai susunan panjang bulan yang tidak beraturan. Aturan itu belum diterapkan di sini karena belum ditranskripsi dari sumber, dan proyek ini tidak menyimpulkan aturan pananggalan dari pola umumnya. Panjang tahun Dal tidak terpengaruh, sehingga batas tahun tetap benar; tanggal di dalam tahun Dal bisa meleset beberapa hari.

Setiap kurup dinamai dari weton awal tahun Alip. Aboge: Alip Rebo Wage. Asapon: Alip Selasa Pon. Ketika koreksi 1867 AJ diterapkan, satu hari dibuang dari Besar tahun terakhir. Komunitas yang tetap memakai Aboge tidak menerapkan koreksi itu, sehingga hitungan mereka maju sehari — dan karena itu Idul Fitri di desa Aboge kadang jatuh sehari setelah penetapan nasional.

Tidak ada yang disebut benar dan yang lain ketinggalan zaman. Keduanya ditampilkan dengan mekanismenya, dan pembaca memakai yang dipakai komunitasnya.

Seluruh kurup

KurupAlipTahun JawaMulaiLamaStatus
AjumgiAlip Jemuwah Legi155516261633-07-0872 th
AmiswonAlip Kemis Kliwon162717461703-05-17120 th
AbogeAlip Rebo Wage174718661819-10-20120 th
AsaponAlip Selasa Pon186719861936-03-24120 th
AnenhingAlip Senen Pahing198721062052-08-26120 thBelum terverifikasi

Ajumgi kurup.ajumgi.1555

Uji silang Titik mulanya identik dengan anchor.lunar.1555, yang terverifikasi terpisah. Panjang 72 tahun terkonfirmasi secara tidak langsung: hanya dengan panjang itu rantai kurup berikutnya mendarat tepat pada Kemis Kliwon, Rebo Wage, dan Selasa Pon — yakni nama Amiswon, Aboge, dan Asapon yang terdokumentasi.

Kurup pertama berjalan 72 tahun (9 windu), bukan 120 seperti kurup sesudahnya. Sebab historis pemendekan itu tidak dicatat di sini dan sengaja tidak dikarang; yang bisa ditegaskan hanyalah konsekuensi aritmetikanya. Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.

Amiswon kurup.amiswon.1627

Uji silang Diturunkan dari akhir kurup Ajumgi memakai pola windu dan koreksi satu hari; weton hasilnya, Kemis Kliwon, cocok dengan nama kurup yang terdokumentasi.

Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.

Aboge kurup.aboge.1747

Uji silang Weton hasil turunan, Rebo Wage, cocok dengan nama kurup yang terdokumentasi luas. Aboge adalah kurup yang masih dipakai sejumlah komunitas sampai sekarang.

Sejumlah komunitas — antara lain di Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Kebumen — meneruskan perhitungan Aboge setelah 1866 AJ dan tidak menerapkan koreksi kurup Asapon. Itulah sebab hari raya di desa-desa Aboge kadang berselisih sehari dengan penetapan nasional. Aplikasi ini menyajikan keduanya; tidak satu pun disebut benar atau ketinggalan zaman. Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.

Asapon kurup.asapon.1867

Uji silang Tanggal mulainya, 24 Maret 1936 M, tereproduksi persis dari anchor 1633 lewat pola windu dan tiga koreksi kurup — tanggal Masehi dan weton Selasa Pon keduanya cocok dengan yang tercatat sumber.

Kurup yang berlaku sekarang. Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.

Anenhing kurup.anenhing.1987

Proyeksi, bukan catatan. Kurup ini belum mulai dan transisinya belum pernah dijalani siapa pun. Nilainya diperoleh dengan menerapkan aturan 120 tahun melewati transisi terdokumentasi yang terakhir, dan itu persis jenis ekstrapolasi yang diperingatkan proyek ini. Dirender abu-abu; jangan diandalkan. Sumber dikutip sebagai tradisi pananggalan, bukan satu halaman cetak yang ditranskripsi; transkripsi dari almanak Jawa cetak masih menjadi utang proyek ini dan seorang peninjau perlu mengonfirmasinya.