Alat belajar · algoritma Nazief & Adriani

Lihat satu kata Indonesia dikupas sampai ke kata dasarnya.

Mesin pencari dan program pengolah bahasa memotong imbuhan lebih dulu, supaya “mempelajari”, “pelajaran”, dan “belajar” dikenali sebagai satu kata yang sama: ajar. Biasanya proses itu tertutup — kata masuk, hasil keluar. Alat ini membukanya potongan demi potongan, termasuk ketika hasilnya keliru.

Contohnya begini · 8 langkah

mempelajari
ajar

Yang abu-abu adalah imbuhan yang sudah dilepas. Yang merah adalah jawaban akhirnya. Di halaman Kupas, setiap potongan itu punya barisnya sendiri — lengkap dengan aturan yang dipakai.

Kenapa perlu dibuka

  1. menyapu → sapu

    menyanyi → menyanyi

    Satu benar, satu keliru. Dari hasilnya saja, tidak kelihatan yang mana.

    Kalau keliru, kekeliruannya tidak kelihatan

    Hasil yang salah tetap berupa untaian huruf yang wajar. Tanpa melihat aturan mana yang berlaku dan kamus mana yang cocok, jawaban salah dan jawaban benar sama-sama meyakinkan.

  2. dengan kamus mempelajari → ajar

    tanpa kamus mempelajari → mempelajari

    Kata yang sama, aturan yang sama. Yang berbeda hanya kamusnya.

    Jawabannya ikut kamus, bukan cuma ikut aturan

    Algoritma ini mengecek daftar kata dasar hampir di setiap langkah. Ganti daftarnya, jawabannya ikut berubah. Di sini daftar itu terbuka dan bisa Anda sunting sendiri — cara tercepat memahaminya adalah dengan sengaja merusaknya.

    • beruang →
    • beruang
    • ruang
    • uang

    3 bacaan yang sah. Algoritma memilih satu, lalu diam.

    Sering ada lebih dari satu jawaban yang benar

    “Beruang” bisa dibaca ber- + uang, bisa juga memang kata dasar beruang. Aturan sehalus apa pun tidak bisa memutuskannya. Algoritma memilih satu lalu diam; di sini semua kemungkinannya ditampilkan sekaligus.