Fenomena tropis, dua kali setahun
Hari Tanpa Bayangan
Zero Shadow Day
Ada hari ketika matahari berdiri tepat di atas kepalamu. Tengah hari, bayanganmu menghilang di bawah kakimu. Ini terjadi di seluruh Indonesia — dan hampir tidak ada yang tahu. Cari tanggalnya untuk kotamu di bawah.
Proyek pribadi untuk keperluan pendidikan. Bukan produk resmi lembaga mana pun. Metode
Kenapa bisa begitu?
Matahari bergeser sepanjang tahun
Titik di bumi yang tepat di bawah matahari tidak diam. Ia bergerak ke utara sampai Juni, lalu kembali ke selatan sampai Desember.
Dua kali ia melewati kotamu
Karena Indonesia berada di antara kedua batas itu, titik tadi melintasi setiap kota di negeri ini dua kali dalam setahun — sekali ke utara, sekali kembali.
Hari itu, bayangan hilang
Pada saat matahari tepat di atas kepala, benda tegak tidak punya bayangan ke mana pun. Hanya beberapa menit, lalu bayangan muncul lagi.
Tempat
6.2088° LS · 106.8456° BT · UTC+7
Koordinat tidak pernah meninggalkan perangkat Anda. Tidak ada permintaan jaringan, tidak ada geocoding balik, tidak ada analitik.
Coba sendiri
- BayanganPutar pandangan, geser waktu, dan lihat bayangan memendek sampai hilang.
- TanggalKedua tanggalmu, jam kulminasi, dan kenapa bukan pukul 12:00.
- KurvaJejak ujung bayangan sepanjang hari, dan angka delapan yang dilukis matahari.
- EratosthenesUkur keliling bumi dengan dua tongkat dan satu penggaris.
- SapuanLihat pita matahari menyapu nusantara sepanjang tahun.
Lintang titik subsurya bergeser antara 23,44° LU dan 23,44° LS sepanjang tahun. Seluruh Indonesia berada di dalam pita itu, dari Sabang di 5,9° LU sampai Rote di 11° LS. Karena itu setiap tempat di negeri ini mendapat dua hari tanpa bayangan: sekali saat matahari bergerak ke utara, sekali saat ia kembali. Di Eropa, Amerika Utara, dan sebagian besar Tiongkok, hal ini tidak pernah terjadi.
Bayangan menunjuk ke utara selama sebagian tahun dan ke selatan selama sisanya. Di luar daerah tropis, arahnya tidak pernah berubah.
Kulminasi bukan pukul 12:00. WIB berpatokan pada 105° BT, sedangkan Banda Aceh berada di 95° BT — hampir sepuluh derajat lebih barat, sehingga kulminasinya kira-kira empat puluh menit lebih lambat daripada yang ditunjukkan jam.