Diagram alur harta. Tabel perhitungan siham adalah bentuk teks yang setara.
Satu contoh, dihitung sampai selesai
Seorang suami, dua anak laki-laki, dan satu anak perempuan. Harta Rp 120.000.000 dengan utang Rp 20.000.000. Formulir di sebelah sudah berisi kasus ini.
- Selesaikan dulu kewajiban atas harta KHI Pasal 175
Rp 120.000.000 − utang Rp 20.000.000 = Rp 100.000.000. Inilah harta yang dibagi. Urutannya tetap: biaya pengurusan jenazah, utang, wasiat (maksimal 1/3), baru waris.
- Tentukan siapa yang terhalang (hajb)
Tidak ada yang terhalang di sini. Bila almarhum meninggalkan saudara, anak laki-laki akan menghalangi mereka — saudara tidak mendapat apa pun selama ada anak laki-laki.
- Berikan bagian tetap (furud) QS 4:12
Suami mendapat 1/4 karena almarhumah meninggalkan anak (tanpa anak, bagiannya 1/2). 1/4 × Rp 100.000.000 = Rp 25.000.000.
- Bagikan sisanya (asabah) QS 4:11
Sisa 3/4 = Rp 75.000.000 dibagi kepada anak dengan perbandingan 2:1. Ada 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, jadi 2×2 + 1×1 = 5 bagian. Setiap anak laki-laki mengambil 2 bagian (Rp 30.000.000), anak perempuan 1 bagian (Rp 15.000.000).
- SuamiRp 25.000.000
- 2 anak laki-laki (Rp 30.000.000 masing-masing)Rp 60.000.000
- 1 anak perempuanRp 15.000.000
Contoh ini memakai KHI, tanpa biaya pemakaman dan tanpa wasiat, dan tidak ada ahli waris yang terhalang. Kasus nyata bisa memuat hal-hal itu — dan menurut Syafi'i klasik sebagian kasus terbagi berbeda.
Ubah satu angka di formulir dan hasilnya ikut berubah — misalnya hapus anak perempuan, atau tambahkan ayah.