Aksara Lontara · Basa Ugi
Satu tulisan, banyak bacaan.
Penjelas baca-tulis aksara Lontara untuk Basa Ugi. Aksara ini tidak menuliskan konsonan akhir, konsonan ganda, pranasalisasi, maupun hamzah — alat ini menyebut satu per satu apa yang tidak ditentukannya.
- mata: tidak ada yang hilang
- matta: t — konsonan ganda
- manta: n — konsonan akhir
- Ditulis
- Latin → Lontara: pasti, tetapi menghilangkan informasi. Yang hilang dapat diramalkan dan disebutkan satu per satu.
- Dibaca
- Lontara → Latin: satu-ke-banyak. Satu rangkaian punya banyak bacaan sah; memilih menuntut pengetahuan kosakata dan konteks.
Aksara Lontara bersifat defektif
Blok Buginese di Unicode (U+1A00–U+1A1F) memuat 23 huruf konsonan, lima tanda vokal, dan dua tanda baca — dan tidak ada virama. Tidak ada mekanisme dalam pengkodean untuk konsonan tanpa vokal. Akibatnya aksara tidak menuliskan empat hal ini:
konsonan akhir
Konsonan penutup suku kata tidak dituliskan.
konsonan ganda
Konsonan tunggal dan konsonan ganda ditulis serupa.
pranasalisasi
Nasal yang mendahului konsonan hambat — n atau m dalam gugus seperti mp, ngk, nr, nyc. Empat gugus itu punya hurufnya sendiri; gugus nasal+hambat lainnya tidak, dan nasalnya tidak dituliskan. Sejauh mana hal ini berlaku belum terjawab — lihat halaman Ejaan.
hamzah
Hamzah — tanda petik pada Lontara' — tidak dituliskan.