Langsung ke isi

Aksara Lontara · Basa Ugi

Satu tulisan, banyak bacaan.

Penjelas baca-tulis aksara Lontara untuk Basa Ugi. Aksara ini tidak menuliskan konsonan akhir, konsonan ganda, pranasalisasi, maupun hamzah — alat ini menyebut satu per satu apa yang tidak ditentukannya.

Ketiganya ditulis serupa. Membacanya kembali, aksara tidak menentukan yang mana — pembaca memulihkannya dari kosakata dan konteks.
  • mata: tidak ada yang hilang
  • matta: t — konsonan ganda
  • manta: n — konsonan akhir
maU+1A06taU+1A08Setiap huruf konsonan membawa vokal inheren /a/. Tanda vokal menggantikannya.
Ditulis
Latin → Lontara: pasti, tetapi menghilangkan informasi. Yang hilang dapat diramalkan dan disebutkan satu per satu.
Dibaca
Lontara → Latin: satu-ke-banyak. Satu rangkaian punya banyak bacaan sah; memilih menuntut pengetahuan kosakata dan konteks.

Aksara Lontara bersifat defektif

Blok Buginese di Unicode (U+1A00–U+1A1F) memuat 23 huruf konsonan, lima tanda vokal, dan dua tanda baca — dan tidak ada virama. Tidak ada mekanisme dalam pengkodean untuk konsonan tanpa vokal. Akibatnya aksara tidak menuliskan empat hal ini:

  • konsonan akhir

    Konsonan penutup suku kata tidak dituliskan.

  • konsonan ganda

    Konsonan tunggal dan konsonan ganda ditulis serupa.

  • pranasalisasi

    Nasal yang mendahului konsonan hambat — n atau m dalam gugus seperti mp, ngk, nr, nyc. Empat gugus itu punya hurufnya sendiri; gugus nasal+hambat lainnya tidak, dan nasalnya tidak dituliskan. Sejauh mana hal ini berlaku belum terjawab — lihat halaman Ejaan.

  • hamzah

    Hamzah — tanda petik pada Lontara' — tidak dituliskan.