Lewati ke konten utama
Nusantara Languages

Peta rumpun bahasa Indonesia, bertaut dengan pohon kekerabatannya

726 bahasa daerah di Indonesia, diwarnai menurut rumpun keluarganya — bahasa-bahasa yang berasal dari satu nenek moyang yang sama.

Arahkan kursor ke satu cabang pada pohon kekerabatan: seluruh wilayah rumpun itu menyala di peta. Klik satu wilayah, dan pohon membuka garis keturunan bahasa tersebut.

Bahasa
726
Rumpun
56
Berwilayah
421
Isolat
23

Satu bahasa, dinaiki setingkat demi setingkat

Ambil satu bahasa dan naiki silsilahnya. Setiap tingkat menambah kerabat, dan setiap tingkat memperluas tanah yang ditempati kerabat-kerabat itu. Pelebaran inilah yang dibawa oleh warna pada peta — satu warna adalah satu tingkat teratas.

Satu bahasa, dinaiki setingkat demi setingkat
TingkatBahasaMembentang
Bimabahasa itu sendiri
East Sumbawa350 kmKolo ke Sangar
Bima-Lembata43660 kmSangar ke Alorese
Malayo-Polynesian4645.010 kmKayupulau ke Sikule
Austronesian4645.010 kmKayupulau ke Sikule

Di tingkat teratas: Austronesian, 464 bahasa di peta ini, membentang 5.010 km. Itulah satu warna pada peta di atas — dan Bima satu petak kecil di dalamnya.

Membentang = jarak antara dua titik tercatat yang paling berjauhan dalam cabang itu, jadi angka batas bawah. Satu bahasa tidak diberi angka: satu titik tidak punya rentang.

Apa itu rumpun bahasa?

Rumpun bahasa adalah sekelompok bahasa yang terbukti berkembang dari satu bahasa purba yang sama — seperti keluarga yang punya nenek moyang bersama. Bahasa Jawa, Bali, Tagalog, dan Maori, misalnya, semuanya termasuk rumpun Austronesia. Pohon di halaman ini adalah silsilah itu.

Jahitan Austronesia–Papua

Indonesia adalah salah satu wilayah dengan kepadatan bahasa tertinggi di dunia. Peta ini menunjukkan struktur itu: warna membawa rumpun, sehingga batas antara rumpun Austronesia dan rumpun-rumpun Papua terlihat begitu peta terbuka.

Panduan

Beberapa jalan masuk singkat ke dalam data.

Yang tidak diklaim peta ini

Peta ini bukan sensus penutur hari ini, bukan produk resmi pemerintah, dan tidak memakai data Ethnologue dalam bentuk apa pun.

Sebaran wilayah menurut sumber atlas 1990–2020. Peta ini menunjukkan sebaran menurut sumber atlas tersebut, bukan sensus penutur hari ini.

Metode, sumber, dan yang tidak diklaim peta ini