Peta rumpun bahasa
726 bahasa daerah di Indonesia, diwarnai menurut rumpun keluarganya — bahasa-bahasa yang berasal dari satu nenek moyang yang sama. Sebaran menurut sumber atlas 1990–2020, bukan sensus penutur hari ini. Metode
Gunakan tombol panah untuk menggeser peta, tombol tambah dan kurang untuk memperbesar dan memperkecil, dan angka nol untuk kembali ke tampilan penuh. Untuk memilih satu bahasa, gunakan pohon kekerabatan atau daftar rumpun di bawah peta.
Cara memakai peta
- Arahkan kursor ke satu cabang di pohon: seluruh wilayah rumpunnya menyala.
- Klik satu wilayah: pohon membuka garis keturunan bahasanya.
- Kunci di bawah peta menjelaskan warna, titik, dan arsir.
Pilihan dihapus
Cara membaca peta ini
- Warna menandai rumpun
- Satu warna, satu rumpun. Warna mana yang jatuh pada rumpun mana tidak bermakna apa-apa: dua warna yang mirip bukan berarti dua rumpun yang berkerabat, dan kemiripan warna tidak pernah boleh dibaca sebagai kedekatan silsilah. Warna tetap redup sampai Anda memilih satu rumpun — yang terpilih menjadi satu-satunya warna pekat di peta.
- Lingkaran berarti titik, bukan wilayah
- Untuk bahasa yang tidak punya data wilayah, yang digambar hanyalah satu titik perkiraan. Titik tidak pernah dimekarkan menjadi wilayah.
- Arsir menandai kebertahanan
- Semakin rapat arsirnya, semakin dekat bahasa itu pada kepunahan. Arsir dipakai agar warna tetap bisa membawa rumpun.
- Kosong berarti belum tercatat
- Daratan yang tidak tertutup warna adalah wilayah yang tidak tercakup sumber poligon yang dipakai. Garis pantainya diketahui, sebaran bahasanya tidak tercatat — jadi bagian itu dibiarkan kosong seperti kertas, dan tidak dapat diklik.
Laut yang lebih terang adalah paparan dangkal, kurang dari 200 m: Paparan Sunda di barat, Paparan Sahul di timur, daratan pada zaman es terakhir. Latar geografi, bukan klaim tentang sejarah bahasa. Nama laut, kota, dan kedalaman dari Natural Earth.
Rumpun
+44 rumpun
- Cakupan
- 421 dari 726 bahasa memiliki wilayah (58%); sisanya hanya titik.
- Sisanya bukan pekerjaan yang belum selesai. Wilayah tutur di peta ini berasal dari dua atlas terbitan yang masing-masing punya cakupan wilayah sendiri; bahasa di luar cakupan itu tidak punya wilayah tercatat untuk digambar, jadi digambarkan sebagai titik.
Sebaran wilayah menurut sumber atlas 1990–2020
Batas antarbahasa pada kenyataannya berupa gradien, bukan garis. Garis batas digambar setipis mungkin untuk mengingatkan hal itu.
Sumber: Glottolog 5.3 (CC-BY-4.0), Glottography (CC-BY-4.0), Natural Earth (domain publik), ABVD (CC-BY-4.0), Grambank (CC-BY-4.0).
Status kebertahanan
- tidak terancam134
- terancam270
- mulai ditinggalkan224
- hampir punah60
- nyaris punah14
- punah24
Kebertahanan digambarkan sebagai kerapatan arsir di atas warna rumpun, bukan sebagai warna tersendiri: warna sudah dipakai untuk rumpun, sehingga kedua lapisan dapat dibaca bersamaan. Status mengikuti AES Glottolog untuk 726 bahasa.
Apa itu rumpun bahasa?
Rumpun bahasa adalah sekelompok bahasa yang terbukti berkembang dari satu bahasa purba yang sama — seperti keluarga yang punya nenek moyang bersama. Bahasa Jawa, Bali, Tagalog, dan Maori, misalnya, semuanya termasuk rumpun Austronesia. Pohon di halaman ini adalah silsilah itu.
Dari mana silsilah itu diketahui?
Percabangan pada pohon ini bukan pengelompokan menurut kemiripan yang terdengar. Itu simpulan metode perbandingan: dua bahasa dinyatakan sekerabat bila padanan bunyinya teratur — bukan mirip sesekali, melainkan berpola dan dapat diramalkan — dan bila keduanya berbagi pembaruan yang tidak dimiliki kerabat lain. Perlu dicatat: sebagian cabang jauh lebih mapan daripada cabang lain, dan pohon ini mengikuti satu sumber, Glottolog 5.3, bukan kesepakatan seluruh ahli. Cabang yang dalam pada Austronesia dikaji selama lebih dari seabad; sebagian pengelompokan di Papua masih diperdebatkan.
Satu bahasa, dinaiki setingkat demi setingkat
Ambil satu bahasa dan naiki silsilahnya. Setiap tingkat menambah kerabat, dan setiap tingkat memperluas tanah yang ditempati kerabat-kerabat itu. Pelebaran inilah yang dibawa oleh warna pada peta — satu warna adalah satu tingkat teratas.
| Tingkat | Bahasa | Membentang |
|---|---|---|
| Bima | bahasa itu sendiri | |
| East Sumbawa | 3 | 50 kmKolo ke Sangar |
| Bima-Lembata | 43 | 660 kmSangar ke Alorese |
| Malayo-Polynesian | 464 | 5.010 kmKayupulau ke Sikule |
| Austronesian | 464 | 5.010 kmKayupulau ke Sikule |
Di tingkat teratas: Austronesian, 464 bahasa di peta ini, membentang 5.010 km. Itulah satu warna pada peta di atas — dan Bima satu petak kecil di dalamnya.
Membentang = jarak antara dua titik tercatat yang paling berjauhan dalam cabang itu, jadi angka batas bawah. Satu bahasa tidak diberi angka: satu titik tidak punya rentang.