Teknik
Laboratorium teknik
Satu angklung, sendirian, dengan pola pukulannya terbuka. Yang Anda lihat adalah yang didengar mesin suaranya.
- dasar · 440.0 Hz · berbunyi
- oktaf · 880.0 Hz · berbunyi
- 2/2
Satu rantai, bukan tiga gambar
1 · Teknik menjadi deret pukulan. Kurulung menggoyang tabung dasar, dan tiap kali arah goyangan berbalik terjadi satu pukulan — jadi 2–3 goyangan per detik menghasilkan 4–6 pukulan. Centok cuma satu pukulan, lebih keras. Tengkep sama seperti kurulung, hanya satu tabung ditahan.
2 · Tiap pukulan membunyikan bank modal tabung. Satu tabung bukan satu frekuensi, melainkan beberapa mode yang berbunyi bersama lalu meluruh sendiri-sendiri. Daftar di bawah inilah modelnya, dan bisa Anda ubah.
Bank modal tabung
Inilah modelnya, bukan tiruannya: tiap baris satu mode resonansi tabung — kelipatan frekuensi dasar, kekuatannya, dan waktu peluruhannya sampai turun 60 dB. Nada dan jumlah pukulan sudah diuji dengan angka; warna bunyi tidak bisa, jadi bagian itu memang harus disetel dengan telinga di sini.
3 · Semua tabung yang berbunyi dijumlahkan menjadi gelombang. Di situlah tengkep bekerja: tabung yang ditahan tidak ikut masuk ke penjumlahan, jadi modenya benar-benar tidak ada — bukan dikecilkan, bukan disaring.
Yang disederhanakan: satu goyangan sebenarnya tidak punya panjang tertentu, jadi kurulung dan tengkep di sini dirender enam detik lalu diredam saat dilepas. Kalau Anda menahan lebih lama dari itu, yang terdengar adalah perkiraan.
2–3 Hz
Angklung akompanimen
Pada angklung melodi, tengkep membungkam tabung oktaf sehingga terdengar satu nada murni, bukan dua seperti biasanya. Pada angklung akompanimen mayor, tanpa tengkep empat tabung berbunyi sebagai akor septim dominan; satu tabung ditahan kelingking dan yang tersisa adalah trinada mayor. Jadi kelingking pemain adalah sakelar kualitas akor.
Akor septim dominan
4/4 tabung berbunyi
- 130.8 Hz · 0 sen · nada dasar
- 164.8 Hz · 400 sen · terts mayor
- 196.0 Hz · 700 sen · kuint murni
- 233.1 Hz · 1000 sen · septim minor
Empat tabung ini — nada dasar, terts, kuint, septim — itulah yang membuat susunannya disebut akor septim. Bukan namanya yang menentukan, melainkan keempat jaraknya.