Laras

Laras

Frasa yang sama, tiga laras. Cara tercepat mendengar kenapa temuan 1938 itu penting — dan kenapa perangkat berlaras satu tidak bisa begitu saja bergabung dengan yang lain.

Satu per satu

Frasa yang dimainkan sama persis; yang berbeda hanya larasnya.

Sen adalah satuan jarak nada, bukan frekuensi. Satu oktaf dibagi 1200 sen, jadi satu langkah setengah nada pada piano adalah 100 sen. Satuan ini dipakai di sini karena telinga menangkap perbandingan, bukan selisih: 100 sen terdengar sama besarnya di nada rendah maupun tinggi, sedangkan selisih dalam Hz tidak.

Angklung padaeng (diatonis-kromatis)

Tangga nada diatonis-kromatis dua belas nada sama rata. Dirancang Daeng Soetigna pada 1938 agar angklung dapat bermain bersama alat musik Barat.

Ubah nilai sen

  • Csen261.6 Hz
  • Dsen293.7 Hz
  • Esen329.6 Hz
  • Gsen392.0 Hz
  • Asen440.0 Hz

Sumber

Angklung padaeng, Daeng Soetigna (1938): laras diatonis-kromatis dua belas nada sama rata

Berbeda dari salendro dan pelog, angka di sini bukan hasil pengukuran melainkan definisi: setiap langkah tepat 100 sen menurut konstruksi temperamen sama rata. Justru itulah gunanya — angklung padaeng dirancang agar bisa bermain bersama alat musik Barat.

Yang perlu dikutip dengan hati-hati bukan angkanya, melainkan sejarahnya: tahun 1938 dan peran Daeng Soetigna berasal dari kepustakaan umum tentang angklung, termasuk pencatatan UNESCO.

https://ich.unesco.org/en/RL/indonesian-angklung-00393

Laras salendro (satu set terdokumentasi)

Pentatonis dengan lima langkah yang nyaris sama rata. Salendro TIDAK punya standar baku — setiap perangkat berbeda. Angka di sini adalah satu set yang terdokumentasi, bukan 'salendro yang benar', dan boleh Anda ubah.

Ubah nilai sen

  • dasen261.6 Hz
  • misen300.5 Hz
  • nasen345.2 Hz
  • tisen396.6 Hz
  • lasen455.5 Hz

Sumber

Salendro sebagai pembagian oktaf lima nada yang nyaris sama rata: 1200/5 = 240 sen per langkah

Angka 240 sen adalah model struktural yang lazim dikutip, bukan hasil pengukuran perangkat tertentu. Kepustakaan Sunda membedakan salendro padantara — jaraknya nyaris seragam sekitar 240 sen — dari salendro bedantara, yang jarak sempitnya sekitar 200–230 sen dan jarak lebarnya sekitar 250–290 sen. Yang dimuat di sini adalah padantara.

Angka 240 sen sering dikaitkan dengan pengukuran Jaap Kunst, Music in Java (1949). Kaitan itu diambil dari kepustakaan sekunder; bukunya sendiri belum diperiksa langsung untuk proyek ini, jadi jangan kutip proyek ini sebagai sumber Kunst. Satu hal lagi yang belum terjawab: sebagian kepustakaan Sunda menuliskan da-mi-na-ti-la menurun (da nada tertinggi), sebagian lain menaik. Di sini derajat disusun menaik demi kejelasan kode; kalau Anda memakai konvensi menurun, urutannya perlu dibalik.

https://en.wikipedia.org/wiki/Slendrohttps://tuning.ableton.com/sundanese-gamelan/intro-to-sundanese-gamelan/

Laras pelog degung (satu set terdokumentasi)

Pentatonis dengan langkah lebar dan sempit yang berselang — inilah warna degung Sunda. Seperti salendro, pelog degung berbeda antar perangkat; angka ini satu set terdokumentasi dan boleh Anda ubah.

Ubah nilai sen

  • dasen261.6 Hz
  • misen282.5 Hz
  • nasen305.3 Hz
  • tisen384.6 Hz
  • lasen415.3 Hz

Sumber

Model struktural pelog: langkah kecil sekitar 133 sen dan langkah rangkap sekitar 267 sen, mendekati pembagian oktaf sembilan nada sama rata (1200/9 = 133,3 sen)

Lima nada di sini adalah derajat 1-2-3-5-6 dari kerangka pelog tujuh nada, dibulatkan ke kelipatan 133,3 sen. Ini model, bukan pengukuran satu perangkat gamelan tertentu.

Perangkat degung yang nyata menyimpang dari model ini sampai puluhan sen, dan penyimpangan itu — embat — justru bagian dari identitas tiap perangkat, bukan ketidaktepatan. Panduan laras Sunda dari Universitas Pendidikan Indonesia mencatat bahwa struktur interval gamelan selalu sedikit berbeda antar perangkat. Perlakukan angka ini sebagai titik berangkat yang bisa disunting, bukan sebagai laras degung. Satu hal lagi yang belum terjawab: sebagian kepustakaan Sunda menuliskan da-mi-na-ti-la menurun (da nada tertinggi), sebagian lain menaik. Di sini derajat disusun menaik demi kejelasan kode; kalau Anda memakai konvensi menurun, urutannya perlu dibalik.

https://en.wikipedia.org/wiki/Peloghttps://tuning.ableton.com/sundanese-gamelan/intro-to-sundanese-gamelan/https://tuning.ableton.com/sundanese-gamelan/degung-surupan-57/

Dua laras sekaligus

Sampai di sini keduanya diperdengarkan bergantian, dan bergantian membuat keduanya terdengar sama-sama enak. Bunyikan berbarengan, dan terdengar apa yang sebenarnya terjadi: derajat yang sepadan tidak jatuh di frekuensi yang sama, lalu keduanya beradu. Bukan karena salah satunya keliru — keduanya benar di tempatnya masing-masing — melainkan karena keduanya memang tidak bisa disatukan begitu saja. Inilah persoalan yang dijawab Daeng Soetigna pada 1938.

Selisih terbesar 80 sen pada derajat E / na — sekitar 15.6 adu bunyi per detik.

  • C / da+0 sen0.0 adu bunyi/detik
  • D / mi+40 sen6.9 adu bunyi/detik
  • E / na+80 sen15.6 adu bunyi/detik
  • G / ti+20 sen4.6 adu bunyi/detik
  • A / la+60 sen15.5 adu bunyi/detik

Angka adu bunyi di sini adalah hitungan dari dua nada model, bukan hasil pengukuran perangkat sungguhan. Kekasaran bunyinya nyata; angkanya milik model.

Salendro dan pelog degung tidak punya standar baku dan berbeda antar perangkat. Angka di sini satu set terdokumentasi, bukan satu-satunya yang benar.