Gizi MasakanGizi masakan Indonesia

Diperbarui. Energi per porsi: 382 kcal.

Masakan › nasi

Nasi goreng

2 porsi

Nasi sisa digoreng dengan bawang, telur, dan kecap manis. Hampir tiap rumah punya takaran kecapnya sendiri — ubah kecapnya dan angkanya ikut pindah.

Angka ini dari resep yang dipakai. Ubah takarannya kalau resep Anda berbeda.

Angka dihitung untuk
Ketuk satu nutrien untuk melihat sumbangan tiap bahan di resep.

Semua angka di atas belum lengkap — yang kurang disebut di "Yang tidak terhitung" di bawah.

Berat mentah
541 g
Berat matang
tidak diketahui

Angka gizi di atas dihitung dari berat mentah. Berat matang berbeda karena air masuk atau keluar waktu dimasak — itu tidak menambah atau mengurangi gizinya.

Resep yang dipakai

Bar menunjukkan sumbangan ke Energi.

  • Nasi putih
    gperkiraan, belum ditimbang
    Sumbangan — Energi: 520 kcal
  • Telur ayam
    gperkiraan, belum ditimbang
    Sumbangan — Energi: 79 kcal
  • Bawang merah
    gperkiraan, belum ditimbang
    Sumbangan — Energi: 14 kcal
  • Bawang putih
    gperkiraan, belum ditimbang
    Sumbangan — Energi: 12 kcal
  • Cabai rawit
    gperkiraan, belum ditimbang
    Sumbangan — Energi: 2 kcal
  • Daun bawang
    gperkiraan, belum ditimbang
    Sumbangan — Energi: 5 kcal
  • Kecap manistidak ada datanya — tidak dihitung
    gperkiraan, belum ditimbang
    tidak ada nilainya — angka masakan ini kurang sebanyak sumbangannya
  • Minyak sawit
    gperkiraan, belum ditimbang
    Sumbangan — Energi: 133 kcal
  • Garam
    gperkiraan, belum ditimbang
    Sumbangan — Energi: 0 kcal

Yang paling menggerakkan angka ini

Kalau resep Anda berbeda dari yang di atas, di sinilah bedanya paling terasa. Angkanya adalah perubahan energi per 10 g bahan itu — jadi ini soal kepekatan, bukan saran. Bahan yang dipakai cuma sedikit bisa saja pekat tanpa banyak berpengaruh, karena itu beratnya sekarang ikut ditulis.

  • Minyak sawit +88 kcal / 10 g · berat 15 g
  • Bawang putih +15 kcal / 10 g · berat 8 g
  • Telur ayam +14 kcal / 10 g · berat 55 g

Cara masak menentukan faktor retensi, jadi mengubahnya mengubah angka gizinya. Pilihannya adalah operasi USDA untuk kelompok bahan yang sama; faktor yield resep ini hanya berlaku untuk cara masak aslinya, jadi kalau diganti berat matangnya jadi tidak diketahui dan disebut sebagai kekosongan.

Berat berwarna terakota adalah perkiraan atau hasil suntingan Anda, bukan hasil timbangan. 541 g total mentah

Simpan versi Anda

Simpan takaran Anda sendiri untuk masakan ini di perangkat ini. Tidak ada yang dikirim ke mana pun, dan tidak ada catatan harian — ini menyimpan resep, bukan yang Anda makan.

Ubah dulu salah satu takaran di atas, baru ada yang bisa disimpan.

Yang tidak terhitung

Angka ini belum lengkap. Yang kurang disebutkan di bawah.

20 g dari 541 g bahan mentah — 4% dari beratnya — tidak menyumbang apa pun ke angka mana pun, karena datanya tidak ada. Ini ukuran berat, bukan ukuran gizinya: 4% berat tidak berarti 4% gizinya.

Bahan tanpa data (1)

  • Kecap manis (20 g). FDC hanya punya shoyu asin. Kecap manis sebagian besar gula aren — bukan bahan yang sama.

Faktor pengolahan kosong (5)

  • Tidak ada faktor yield untuk Bawang merah yang ditumis. Berat matangnya tidak dihitung, bukan dianggap sama dengan berat mentah.
  • Tidak ada faktor yield untuk Bawang putih yang ditumis. Berat matangnya tidak dihitung, bukan dianggap sama dengan berat mentah.
  • Tidak ada faktor yield untuk Daun bawang yang ditumis. Berat matangnya tidak dihitung, bukan dianggap sama dengan berat mentah.
  • Tidak ada faktor yield untuk Nasi putih yang digoreng. Berat matangnya tidak dihitung, bukan dianggap sama dengan berat mentah.
  • Tidak ada faktor yield untuk Telur ayam yang diorak-arik. Berat matangnya tidak dihitung, bukan dianggap sama dengan berat mentah.

Terhadap angka kecukupan gizi

Berapa bagian dari angka kecukupan harian yang disumbang satu porsi ini. Bukan jatah yang terpakai.

Persennya = jumlah satu porsi ÷ angka kecukupan harian kelompok yang dipilih. Angka pembaginya ditulis di sebelah tiap persen, jadi bisa dicek.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia, Lampiran I (Tabel 1, 2 dan 3). Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 956.

Angka bertanda ini belum lengkap — yang kurang disebut di "Yang tidak terhitung" di bawah.

Energi

  • Energi belum lengkap382 kcal14% dari 2.650 kkal

Makronutrien

  • Protein belum lengkap9,5 g15% dari 65,0 g
  • Lemak total belum lengkap10,7 g14% dari 75,0 g
  • Lemak jenuh belum lengkap4,7 gtidak dibandingkan — Permenkes 28/2019 tidak memuat angka kecukupan Lemak jenuh untuk kelompok Laki-laki 19–29 tahun.
  • Karbohidrat belum lengkap60,3 g14% dari 430,0 g
  • Serat belum lengkap1,5 g4% dari 37,0 g
  • Gula total belum lengkap1,3 gtidak dibandingkan — Permenkes 28/2019 tidak memuat angka kecukupan Gula total untuk kelompok Laki-laki 19–29 tahun.

Lainnya

  • Air belum lengkap177,6 gtidak dibandingkan — Permenkes 28/2019 tidak memuat angka kecukupan Air untuk kelompok Laki-laki 19–29 tahun.
  • Kolesterol belum lengkap102,3 mgtidak dibandingkan — Permenkes 28/2019 tidak memuat angka kecukupan Kolesterol untuk kelompok Laki-laki 19–29 tahun.

Mineral

  • Kalsium belum lengkap52,3 mg5% dari 1.000,0 mg
  • Zat besi belum lengkap1,2 mg13% dari 9,0 mg
  • Magnesium belum lengkap32,6 mg9% dari 360,0 mg
  • Fosfor belum lengkap152,2 mg22% dari 700,0 mg
  • Kalium belum lengkap183,8 mg4% dari 4.700,0 mg
  • Natrium belum lengkap432,0 mg29% dari 1.500,0 mg
  • Seng belum lengkap1,5 mg13% dari 11,0 mg
  • Selenium belum lengkap24,2 µg81% dari 30,0 mcg

Vitamin

  • Vitamin A (RAE) belum lengkap48,8 µgtidak dibandingkan — Permenkes menyatakan vitamin A dalam RE (retinol equivalent); tabel gizi di sini memakai RAE. Definisi konversi karotenoidnya berbeda, jadi perbandingannya perkiraan.
  • Vitamin C belum lengkap4,1 mg5% dari 90,0 mg
  • Tiamin (B1) belum lengkap0,1 mg5% dari 1,2 mg
  • Riboflavin (B2) belum lengkap0,2 mg12% dari 1,3 mg
  • Niasin (B3) belum lengkap0,9 mg6% dari 16,0 mg
  • Vitamin B6 belum lengkap0,3 mg24% dari 1,3 mg
  • Folat (DFE) belum lengkap20,5 µg5% dari 400,0 mcg
  • Vitamin B12 belum lengkap0,2 µg5% dari 4,0 mcg
  • Vitamin E belum lengkap1,6 mgtidak dibandingkan — Permenkes mencetak satuan vitamin E sebagai mcg. Nilai 15 untuk dewasa lazimnya mg alfa-tokoferol, jadi ini kemungkinan salah cetak di peraturannya. Karena satuannya tidak cocok dengan tabel gizi (mg), vitamin E TIDAK dibandingkan — kekosongan ini disebut, bukan diselesaikan diam-diam.
  • Vitamin K belum lengkap16,7 µg26% dari 65,0 mcg

Asal angkanya — Energi

Sumbangan = berat ÷ 100 × nilai per 100 g × faktor retensi

Tiap baris di bawah adalah rumus itu sekali jalan. Kalikan sendiri kalau mau mengecek — angkanya dibulatkan untuk ditampilkan, jadi hasilnya bisa meleset sedikit di digit terakhir.

Berat.
Berat yang dipakai adalah berat mentah, dan nilai per 100 g juga untuk bahan mentah. Keduanya harus sepasang.
Retensi.
Faktor retensi = berapa bagian nutrien ini yang bertahan lewat cara masak tersebut. ×0,80 berarti sekitar 80% tersisa. "Tanpa penyesuaian" berarti nilainya dipakai apa adanya karena USDA tidak menerbitkan faktornya — bukan klaim bahwa 100% bertahan.
Yield.
Faktor yield mengubah berat, bukan gizi. Beras hampir tiga kali lipat beratnya karena menyerap air; kalorinya tidak ikut naik. Karena itu kolom ini tidak masuk ke perhitungan di sebelahnya.
Asal angkanya — Energi
BahanBeratper 100 gRetensiSumbanganYieldtidak dipakai di rumus iniFDC
Nasi putih400 g130 kcaltanpa penyesuaianUSDA tidak menerbitkan faktor retensi untuk energi, makronutrien, serat, gula, air, kolesterol, selenium, vitamin E, dan vitamin K. Nutrien ini lewat tanpa penyesuaian dan ditandai demikian.520 kcalTidak ada faktor yield untuk pengolahan "Digoreng".169757
Telur ayam55 g143 kcaltanpa penyesuaianUSDA tidak menerbitkan faktor retensi untuk energi, makronutrien, serat, gula, air, kolesterol, selenium, vitamin E, dan vitamin K. Nutrien ini lewat tanpa penyesuaian dan ditandai demikian.79 kcalTidak ada faktor yield untuk pengolahan "Diorak-arik".171287
Bawang merah20 g72 kcaltanpa penyesuaianUSDA tidak menerbitkan faktor retensi untuk energi, makronutrien, serat, gula, air, kolesterol, selenium, vitamin E, dan vitamin K. Nutrien ini lewat tanpa penyesuaian dan ditandai demikian.14 kcalTidak ada faktor yield untuk pengolahan "Ditumis".170499
Bawang putih8 g149 kcaltanpa penyesuaianUSDA tidak menerbitkan faktor retensi untuk energi, makronutrien, serat, gula, air, kolesterol, selenium, vitamin E, dan vitamin K. Nutrien ini lewat tanpa penyesuaian dan ditandai demikian.12 kcalTidak ada faktor yield untuk pengolahan "Ditumis".169230
Cabai rawit6 g32 kcaltanpa penyesuaianBahan tidak dimasak, jadi tidak ada retensi yang perlu diterapkan.2 kcalBahan ini tidak dimasak, jadi beratnya tidak berubah.169395
Daun bawang15 g32 kcaltanpa penyesuaianUSDA tidak menerbitkan faktor retensi untuk energi, makronutrien, serat, gula, air, kolesterol, selenium, vitamin E, dan vitamin K. Nutrien ini lewat tanpa penyesuaian dan ditandai demikian.5 kcalTidak ada faktor yield untuk pengolahan "Ditumis".170005
Minyak sawit15 g884 kcaltanpa penyesuaianBahan tidak dimasak, jadi tidak ada retensi yang perlu diterapkan.133 kcalBahan ini tidak dimasak, jadi beratnya tidak berubah.171015
Garam2 g0 kcaltanpa penyesuaianBahan tidak dimasak, jadi tidak ada retensi yang perlu diterapkan.0 kcalBahan ini tidak dimasak, jadi beratnya tidak berubah.173468
Total seluruh resepAngka ini menghitung bahan seberat 541 g dikurangi 20 g yang tidak punya nilainya — 4% dari berat mentah tidak terhitung.Tidak ada nilai dari: 764 kcal

Asal resep ini

Nasi goreng rumahan yang sederhana: bawang, telur, kecap. Belum ditimbang.

Nilai bahan dari FDC SR Legacy, 2018-04 release.

Bagaimana angka ini dibuat, dan apa yang belum ada di dalamnya →