Setiap ukuran yang membentuk rumah ini ada di bawah, beserta kelas dan kutipannya. Inilah lapisan kejujuran proyek ini, dan ia diberi ruangnya sendiri karena gambar tiga dimensi yang mulus menyiratkan ketelitian yang tidak dimiliki sumbernya.
Daftar ukuran
| Ukuran | Nilai | Kelas | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 2.50 mBila meleset 20%: 2.95 m | Perkiraan penulis | Jarak antar alliri sepanjang rumah. Denahnya bertambah dengan kelipatan bulat angka ini. | |
| 2.80 mBila meleset 20%: 1.32 m | Perkiraan penulis | Jarak antar alliri melintang. | |
| 3Bila meleset 20%: 3.30 m | Perkiraan penulis | Baris tiang melintang. Tiga baris memberi denah tiga lajur, yang sesuai dengan pembagian ruang di dalamnya. | |
| 0.22 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Sisi penampang alliri. | |
| 0.24 mBila meleset 20%: 0.06 m | Perkiraan penulis | Tinggi batu tempat kaki tiang berdiri. | |
| 0.44 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Lebar batu itu. | |
| 2.30 mBila meleset 20%: 0.54 m | Perkiraan penulis | Tinggi awa bola, kolong. Dunia bawah dalam pembagian tiga: tempat ternak, alat dan kerja. | |
| 2.60 mBila meleset 20%: 0.61 m | Perkiraan penulis | Tinggi ale bola, badan rumah. Dunia tengah: tempat orang tinggal. | |
| 1.90 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Tinggi rakkeang, loteng di bawah atap tempat padi disimpan. Dunia atas — dan yang disimpan di sana bukan kebetulan. | |
| 0.07 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Tebal lantai papan. | |
| 0.20 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Tinggi penampang pattolo, balok yang menembus tiang. | |
| 0.13 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Lebar penampang pattolo. | |
| 0.06 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Tebal dinding papan. | |
| 3.60 mBila meleset 20%: 0.85 m | Perkiraan penulis | Tinggi bubungan di atas tepi atap. | |
| 1.00 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Panjang tritisan. | |
| 0.09 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Sisi penampang kasau. | |
| 3Tidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Jumlah kasau tiap ruang. | |
| 0.23 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Tinggi tampak satu lapis nipah. | |
| 0.08 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Tebal satu lapis yang menonjol dari lapis di bawahnya. | |
| 0.44Tidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Bagian lapis yang tertindih lapis di atasnya. | |
| 0.04 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Jarak bebas antara rangka dan lapis pertama. | |
| 0.34 mBila meleset 20%: 0.37 m | Perkiraan penulis | Tinggi tiap papan timpa laja. Angka inilah yang menentukan seberapa jauh susunan itu terbaca dari jalan — dan seluruh gunanya adalah terbaca. | |
| 0.05 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Tebal satu papan timpa laja, dan sekaligus seberapa jauh ia menjorok — papan itu dipasang rata pada muka pelana, jadi tebalnya adalah tonjolannya dan tidak perlu angka kedua. Tipis, dan itu bagian dari pernyataannya: papan setipis ini jelas tidak memikul apa-apa. Semula ada dimensi tersendiri untuk tonjolannya, yang menaruh papan sejarak celah di depan atap sehingga ia tidak menyentuh apa pun — sebuah papan yang dipaku pada pelana memang dipikul pelananya, betapapun ringannya. | |
| 0.72Tidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Seberapa jauh tiap papan lebih pendek daripada papan di bawahnya, sehingga susunannya menyempit ke atas mengikuti pelana. | |
| 0.30Tidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Dalamnya pertautan sambungan yang diuji, sebagai bagian dari ukuran bagian terkecil. | |
| 0.30Tidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Dalamnya cekungan batu tempat kaki tiang duduk. | |
| 1.18Tidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Besar saoraja dibanding bola. Bahwa rumah bangsawan lebih besar itu bersumber; seberapa besar bedanya adalah penetapan penulis — dan bedanya kecil, karena yang benar-benar membedakan keduanya ada di pelana dan bukan pada ukurannya. | |
| 1Tidak menggeser ukuran apa pun | Kanon | Timpa laja adalah susunan papan pada muka pelana, dan jumlahnya adalah pangkat rumah tangga. Papan itu tidak memikul apa pun: rumahnya berdiri sama saja dengan tiga papan atau tujuh. Ini satu-satunya rumah dalam projek ini yang penanda pangkatnya dapat dilepas — dan karena itu satu-satunya yang penandanya dapat berdusta. | |
| 1Tidak menggeser ukuran apa pun | Kanon | Jumlah papannya ganjil. Tiga untuk rumah biasa, lima ke atas untuk bangsawan; genap tidak dipakai. | |
| 3Tidak menggeser ukuran apa pun | Kanon | Rumah terbagi tiga dari bawah ke atas: awa bola untuk ternak dan kerja, ale bola untuk orang, rakkeang untuk padi. Tongkonan juga membagi tiga; yang berbeda adalah apa yang ditaruh di atas — di sini yang paling tinggi adalah yang menghidupi. | |
| 1Tidak menggeser ukuran apa pun | Kanon | Pattolo menembus lubang yang dipahat tembus pada alliri, bukan ditakik pada sisinya. Rangkanya dirakit dengan diayak dan dipasak, dan itulah sebabnya rumah ini bisa dibongkar dan dipindahkan utuh — yang memang dilakukan. | |
| 1Tidak menggeser ukuran apa pun | Kanon | Kaki tiang berdiri di atas batu, tidak ditanam. | |
| 10.00 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Jarak dari muka rumah ke tepi jalan. Timpa laja dibaca dari jarak ini: susunan papan pada tampak gable adalah pernyataan yang ditujukan kepada orang yang lewat, jadi jarak berdirinya orang itu adalah bagian dari maknanya. Angkanya penetapan penulis. | |
| 4.50 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Lebar jalan tanah di muka halaman, tempat papan timpa laja dibaca. Ukurannya penetapan penulis. | |
| 0.10 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Tebal perkerasan jalan itu. | |
| 14.00 mTidak menggeser ukuran apa pun | Perkiraan penulis | Lebar halaman muka. |
Daftar pustaka
pelras-1996 · ethnography
Pelras, C., The Bugis (Blackwell, Oxford, 1996).
depdikbud-sulsel · reference
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Arsitektur Tradisional Daerah Sulawesi Selatan (Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah, Jakarta).
rahim-2011 · reference
Abdul Rahim, M., “Tipologi Rumah Tradisional Bugis Makassar”, Jurnal Ruang, Universitas Hasanuddin (2011).
waterson-1990 · ethnography
Waterson, R., The Living House: An Anthropology of Architecture in South-East Asia (Oxford University Press, Singapore, 1990).
Mana yang paling menentukan
Hampir semua ukuran di halaman ini adalah perkiraan penulis. Yang tidak dikatakan bilah asal ukuran adalah apakah itu penting. Tiap baris di bawah dihitung dengan membangun ulang rumah: satu ukuran digeser 20%, lalu diukur sejauh mana rumah ikut bergeser. Tidak ada yang ditaksir — angkanya adalah selisih dua hasil generator.
- 3.30 m
- 2.95 m
- 1.32 m
- 0.85 m
- 0.61 m
- 0.54 m
- 0.37 m
- 0.06 m
Bila hanya satu ukuran yang bisa disurvei, ini yang pertama. Ini kepekaan, bukan ketidakpastian: yang ditunjukkan adalah apa yang bergerak, bukan seberapa mungkin nilainya keliru. Angka 20% itu sendiri pilihan penulis.
Pemeriksaan
Belum ada gambar ukur, jadi ketepatan bertumpu pada kebenaran struktural. Pemeriksaan ini menggagalkan build.
- lulusSimetri terhadap Bangunan simetris terhadap bidang z = 0, tempat bubungan berjalan
1112 titik; simpangan cermin terbesar 0.00 mm.
- lulusSetiap pen berada di dalam lubangnya
86 sambungan pasak, takik, dan tumpu; semuanya bertaut.
- lulusSambungan tidak melompati tahap
Setiap sambungan menaut dua bagian pada tahap yang sama atau berurutan.
- lulusUrutan pendirian dan tidak ada bagian di bawah tanah
116 bagian, semuanya bertumpu pada yang sudah berdiri atau pada tanah.
- lulusKeutuhan jala: indeks, segitiga, dan normal
184 segitiga; indeks dalam jangkauan, tidak ada yang merosot, semua normal bersatuan.
- lulusPapan pangkat tidak memikul apa pun: cabut semuanya dan rumahnya tetap berdiri
10 papan pada dua pelana, tidak satu pun bersambungan, semuanya di luar bidang atap — dan seluruh pemeriksaan struktur tetap lulus tanpa mereka. Ini satu-satunya pemeriksaan dalam projek ini yang pokok soalnya adalah apa yang tidak dilakukan sebuah bagian. Penanda pangkat yang memikul beban adalah pangkat yang tidak bisa didustakan; seluruh dayanya justru terletak pada bisa.
- lulusJumlah papannya ganjil, dan tidak melebihi hak rumah tangganya
5 papan pada Saoraja, dalam batas 5–9. Batas itu bukan batas bangunan: sebuah bola sanggup memikul tujuh papan tanpa terasa, yang menahannya adalah bahwa tujuh bukan haknya. Ini satu-satunya batas dalam projek ini yang menolak angka yang sebenarnya sanggup dibangun.
- lulusSusunan papan menaiki pelana dan tidak melimpahinya
5 papan, dari 6.44370624 m menyempit ke 3.86 m, berhenti 2.40 m di bawah bubungan. Panjang tiap papan diambil dari pelananya, bukan ditetapkan sendiri — jadi tujuh papan pada rumah kecil tetap terbaca sebagai tujuh papan.
- lulusTiga dunia bertumpuk, dan yang tertinggi adalah yang menghidupi
Awa bola 2.71 m untuk ternak dan kerja, ale bola 3.07 m untuk orang, rakkeang di atasnya untuk padi. Tongkonan juga membagi tiga; bedanya ada pada apa yang ditaruh paling atas.
- lulusBalok menembus tiang, bukan duduk di atasnya
36 sambungan tembus. Rangkanya dirakit dan dipasak, bukan dipaku — dan itulah sebabnya rumah ini bisa diangkat dari batunya dan dipindahkan utuh, yang memang dilakukan. Bangunan yang bisa dipindahkan bukan bangunan yang terikat pada sebidang tanah.
- lulusLapis nipah saling menindih tanpa celah, dari tepi atap sampai bubungan
23 lapis menutupi 6.37 m kemiringan.
- lulusTiap bagian menyebut ukuran asalnya
116 bagian, semuanya bertanda. Menurut kelas terlemah: 0 terukur, 0 kanon, 116 perkiraan penulis.
- dilewatiUji terhadap gambar ukur rumah nyata
Dilewati. Belum ada gambar ukur yang dimasukkan, jadi tidak ada yang bisa dibandingkan. Pemeriksaan ini tidak akan diluluskan dengan cara melonggarkannya.
Yang dicegah pemeriksaan
Sepuluh baris hijau tidak memberi alasan untuk percaya. Jadi satu pemeriksaan dijalankan pada rumah yang sengaja dibuat gagal, dan yang tercetak di bawah adalah putusan pemeriksaan itu sendiri, bukan uraian penulis.
Tinggikan tiap papan dan tidak ada apa pun pada rumahnya yang berubah: rangkanya, atapnya, ketiga dunianya dan setiap jarak bebasnya persis sama, karena papan itu tidak memikul apa-apa dan tidak ada yang memikulnya. Yang mengalah adalah susunan itu sendiri — ia menaiki pelana yang ditumpanginya sampai habis. Pernyataan rumah tangga itu, dibuat lebih tinggi supaya terbaca dari lebih jauh, akhirnya kehabisan segitiga untuk didudukinya. Sepuluh rumah, sepuluh aturan yang tidak dapat dilaksanakan. Yang khas di sini: kegagalannya sepenuhnya perkara pernyataan. Bangunannya utuh dan akan berdiri seabad; yang patah hanyalah keterangan tentang siapa yang tinggal di dalamnya.
Rumah seperti dibangun
Haluan belakang dinaikkan ke 0.85 m
Rumah kedua ini tidak pernah dirender. Ia dibangun saat build, dinyatakan gagal, lalu dibuang.
Bilah ini bergerak ketika survei nyata dimasukkan. Pergerakannya adalah ukuran kemajuan proyek ini.