Rumah Adat Nusantara
Rumah yang dihitung dari aturannya, bukan digambar.
Setiap rumah di sini dibangkitkan dari aturan sosialnya sendiri — sebuah pangkat, jumlah ruang, catatan upacara — bukan dari gambar bentuknya. Ubah satu aturan, dan rumah dihitung ulang dari aturan itu.
Satu skala untuk semua rumah, digambar dari bagian-bagian model itu sendiri.
Ceritanya
Mulanya satu rumah: tongkonan. Tiga aturan sosial — pangkat, jumlah ruang, catatan upacara pada tanduk di tiangnya — menghasilkan setiap ukuran, dan dari ukuran itu berdirilah modelnya.
Lalu rumah gadang, yang menolak menyerupainya — dan penolakan itu terus berulang: ada yang tidak berdiri di atas tiang, ada yang bulat, ada yang mengapung, ada yang berdiri di pohon hidup, ada yang dibangun untuk satu sore lalu dibakar. Justru itulah gunanya: tiap tradisi membawa pak aturannya sendiri, dan tidak ada yang dipaksa memakai bentuk milik yang lain.
Setiap ukuran menyatakan asalnya — terukur, kanon, atau perkiraan penulis — dan angka tiap tradisi tidak pernah dirata-ratakan dengan yang lain. Yang bersumber adalah logika bentuknya; ukurannya sebagian besar belum.
Belum satu pun rumah ini disurvei. Bilah asal ukuran pada tiap halaman adalah tolok kemajuan proyek ini, dan hari ini bilah itu hampir seluruhnya merah. Ia dibiarkan terlihat, karena gambar tiga dimensi yang mulus menyiratkan ketelitian yang tidak dimiliki sumbernya.
Tapak
Lewati peta, langsung ke daftarSetiap bangunan digambar dari bagian-bagian modelnya sendiri dan berdiri di tapaknya. Matahari pada tiap model dihitung untuk koordinat tapak itu — koordinat yang sama yang menempatkannya di peta ini.
Rumah-rumahnya
- Terukur
- Kanon
- Perkiraan penulis
Apa arti ketiga kelas ini?
- Terukur
- Kanon
- Perkiraan penulis
Sumatera
- Lembar T.02MinangkabauRumah gadangSumatera BaratMasuk
- Lembar T.06NiasOmoNias Selatan, Sumatera UtaraMasuk
- Lembar T.09PalembangRumah limasPalembang, Sumatera SelatanMasuk
- Lembar T.18KaroSiwaluh jabuTanah Karo, Sumatera UtaraMasuk
- Lembar T.20AcehRumoh AcehAcehMasuk
- Lembar T.29Orang RimbaSudungBukit Duabelas, JambiMasuk
- Lembar T.30MentawaiUmaSiberut, Kepulauan MentawaiMasuk
- Lembar T.34Melayu RiauBalai selaso jatuh kembarSiak Sri Indrapura, RiauMasuk
Jawa
Kalimantan
Bali & Nusa Tenggara
- Lembar T.04ManggaraiMbaru niangWae Rebo, Flores, Nusa Tenggara TimurMasuk
- Lembar T.05BaliBaleUbud, Gianyar, BaliMasuk
- Lembar T.08SumbaUmaSumba Timur, Nusa Tenggara TimurMasuk
- Lembar T.12SasakLumbungLombok, Nusa Tenggara BaratMasuk
- Lembar T.23BaliBadeGianyar dan sekitarnya, BaliMasuk
- Lembar T.27NgadaNgadhu dan bhagaBena dan Wogo, Ngada, FloresMasuk
- Lembar T.28AtoniUme kbubuSoe dan Kapan, Timor Tengah SelatanMasuk
- Lembar T.31SabuAmmu hawuSeba, Rai Hawu (Pulau Sabu)Masuk
- Lembar T.35SumbawaDalam LokaSumbawa Besar, Nusa Tenggara BaratMasuk
Sulawesi
- Lembar T.01TorajaTongkonanTana Toraja, Sulawesi SelatanMasuk
- Lembar T.10BugisSaorajaSulawesi SelatanMasuk
- Lembar T.17MinahasaRumah woloanWoloan, Tomohon, Sulawesi UtaraMasuk
- Lembar T.21Sama-BajauLepaPerairan Wakatobi, Sulawesi TenggaraMasuk
- Lembar T.22MinahasaWarugaAirmadidi dan Sawangan, Minahasa UtaraMasuk
- Lembar T.26ButonMaligeBaubau, Pulau ButonMasuk
Maluku
Papua
Setiap tradisi membawa pak aturan dan tabel sumbernya sendiri. Angka-angkanya tidak pernah digabung, dan tidak ada rumah yang berubah menjadi rumah lain.