Cihapit · Bandung · Petak kolonial
r = 800 m · 36 bin · Cakupan gang 25.9% · sedang
Cihapit
Bandung · Petak kolonial
Kawasan terencana Bandung era kolonial, jalan-jalannya bernama pulau — Bali, Bangka, Belitung, Lombok. Trotoarnya terpetakan lebih panjang daripada jalan perumahannya.
Kendara
- Entropi orientasi
- 3.306nat
- H / H max
- 0.923
- φ keteraturan
- 0.236
- Circuity
- 1.487~492
- Derajat simpul rata-rata
- 2.55
- Simpang empat
- 8.1%
- Jalan buntu
- 21.2%
- Kerapatan simpang
- 263 /km²
- Panjang ruas median
- 32 m
- Panjang jaringan
- 45.5 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 492 pasangan disampel · 3 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 778
- Ruas
- 993
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 528
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 263 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 91.1 km
- Circuity per ruas
- 1.054
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Jalan kaki
- Entropi orientasi
- 3.364nat
- H / H max
- 0.939
- φ keteraturan
- 0.190
- Circuity
- 1.361~480
- Derajat simpul rata-rata
- 2.73
- Simpang empat
- 20.5%
- Jalan buntu
- 19.6%
- Kerapatan simpang
- 465 /km²
- Panjang ruas median
- 20 m
- Panjang jaringan
- 65.8 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 480 pasangan disampel · 11 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 1302
- Ruas
- 1779
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 934
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 465 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 131.7 km
- Circuity per ruas
- 1.051
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Kedua rose ditumpuk
- Kendara
- Jalan kaki
- Keduanya
SelisihJalan kaki − Kendara
- Entropi orientasi
- +0.058
- H / H max
- +0.016
- φ keteraturan
- −0.047
- Circuity
- −0.125
- Derajat simpul rata-rata
- +0.18
- Simpang empat
- +12.4%
- Jalan buntu
- −1.6%
- Kerapatan simpang
- +202
- Panjang ruas median
- −12
- Panjang jaringan
- +20.3
Yang ditambahkan berjalan kaki
- Panjang hanya jalan kaki
- 20.6 km
- Bagian dari jaringan jalan kaki
- 31.2%
Tabel rose — 36 bin — Cihapit
| Bin | Rentang arah | P — Kendara | P — Jalan kaki | −P·ln P | −P·ln P |
|---|---|---|---|---|---|
| 00 | 355°–5° | 8.43% | 7.14% | 0.2085 | 0.1884 |
| 01 | 5°–15° | 2.16% | 2.07% | 0.0829 | 0.0802 |
| 02 | 15°–25° | 2.06% | 2.10% | 0.0801 | 0.0810 |
| 03 | 25°–35° | 0.83% | 0.92% | 0.0398 | 0.0431 |
| 04 | 35°–45° | 2.66% | 2.54% | 0.0966 | 0.0933 |
| 05 | 45°–55° | 1.32% | 1.43% | 0.0570 | 0.0607 |
| 06 | 55°–65° | 1.68% | 1.37% | 0.0686 | 0.0587 |
| 07 | 65°–75° | 1.14% | 1.33% | 0.0511 | 0.0574 |
| 08 | 75°–85° | 2.18% | 2.21% | 0.0833 | 0.0841 |
| 09 | 85°–95° | 10.28% | 9.60% | 0.2339 | 0.2249 |
| 10 | 95°–105° | 3.84% | 3.62% | 0.1251 | 0.1201 |
| 11 | 105°–115° | 2.47% | 2.82% | 0.0913 | 0.1008 |
| 12 | 115°–125° | 1.38% | 1.93% | 0.0590 | 0.0760 |
| 13 | 125°–135° | 2.71% | 3.52% | 0.0979 | 0.1178 |
| 14 | 135°–145° | 1.64% | 2.09% | 0.0673 | 0.0809 |
| 15 | 145°–155° | 2.12% | 2.01% | 0.0818 | 0.0784 |
| 16 | 155°–165° | 1.38% | 1.47% | 0.0592 | 0.0621 |
| 17 | 165°–175° | 1.71% | 1.86% | 0.0697 | 0.0740 |
| 18 | 175°–185° | 8.43% | 7.14% | 0.2085 | 0.1884 |
| 19 | 185°–195° | 2.16% | 2.07% | 0.0829 | 0.0802 |
| 20 | 195°–205° | 2.06% | 2.10% | 0.0801 | 0.0810 |
| 21 | 205°–215° | 0.83% | 0.92% | 0.0398 | 0.0431 |
| 22 | 215°–225° | 2.66% | 2.54% | 0.0966 | 0.0933 |
| 23 | 225°–235° | 1.32% | 1.43% | 0.0570 | 0.0607 |
| 24 | 235°–245° | 1.68% | 1.37% | 0.0686 | 0.0587 |
| 25 | 245°–255° | 1.14% | 1.33% | 0.0511 | 0.0574 |
| 26 | 255°–265° | 2.18% | 2.21% | 0.0833 | 0.0841 |
| 27 | 265°–275° | 10.28% | 9.60% | 0.2339 | 0.2249 |
| 28 | 275°–285° | 3.84% | 3.62% | 0.1251 | 0.1201 |
| 29 | 285°–295° | 2.47% | 2.82% | 0.0913 | 0.1008 |
| 30 | 295°–305° | 1.38% | 1.93% | 0.0590 | 0.0760 |
| 31 | 305°–315° | 2.71% | 3.52% | 0.0979 | 0.1178 |
| 32 | 315°–325° | 1.64% | 2.09% | 0.0673 | 0.0809 |
| 33 | 325°–335° | 2.12% | 2.01% | 0.0818 | 0.0784 |
| 34 | 335°–345° | 1.38% | 1.47% | 0.0592 | 0.0621 |
| 35 | 345°–355° | 1.71% | 1.86% | 0.0697 | 0.0740 |
| Jumlah = H | 3.306 | 3.364 | |||
Kolom terakhir adalah sumbangan tiap bin pada H = −Σ P(i)·ln P(i). Jumlahkan ketiga puluh enam angkanya dan hasilnya adalah H yang tercetak di bawah rose. Bin yang kosong menyumbang nol.
Unduh data lokasi ini (JSON, ODbL)
Data jalan © OpenStreetMap contributors, ODbL 1.0. Basis data turunan ini ditawarkan dengan lisensi yang sama. · Boeing, G. 2019. Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Applied Network Science 4(1):67.