Langsung ke isi

Morfologi jaringan jalan Indonesia — jaringan kendara dan jaringan jalan kaki, diukur terpisah untuk tempat yang sama.

Asumsi

Nilai tag mana yang dihitung sebagai dapat dikendarai dan mana yang dapat dijalani kaki adalah pilihan pemodelan, bukan fakta. Pilihan itu mengubah setiap angka dalam produk ini, jadi ia ditampilkan sebagai kendali — bukan disembunyikan sebagai konstanta.

Ketiga pemetaan di bawah ini dihitung penuh oleh pipeline saat build. Beralih di antaranya menampilkan angka yang sudah dihitung, bukan menghitung ulang di peramban — halaman ini tidak melakukan permintaan jaringan apa pun.

Apa yang bertahan, apa yang tidak

Kesimpulan dari tabel-tabel di bawah, dihitung bukan dikira-kira. Bertahan: Entropi orientasi — H, Circuity, Derajat simpul rata-rata. Sedang: φ keteraturan, Proporsi jalan buntu. Peka: Proporsi simpang empat, Kerapatan simpang, Panjang ruas median, Panjang jaringan — angka-angka itu hanya berarti bila disebutkan bersama pemetaannya, dan tidak boleh dibandingkan dengan angka dari kajian yang memakai pemetaan lain.

Polanya masuk akal. Ukuran yang menjawab “ke arah mana jalan membentang” bertahan, karena menambah atau membuang satu kelas jalan jarang mengubah arah keseluruhan. Ukuran yang menjawab “berapa banyak jalan yang ada” tidak bertahan, karena itu persis yang diubah oleh keputusan pemetaan. φ jatuh di antara keduanya: ia dihitung dari entropi, tetapi kuadrat dalam rumusnya melipatgandakan gerakan kecil.

Pemetaan tag

Pemetaan tag

Pemetaan yang sama, digambar

Cakram yang sama, pemetaan tag berbeda. Angka di tabel-tabel di atas bergerak karena garis-garis inilah yang masuk dan keluar. Hanya dua lokasi contoh yang membawa gambar ini: geometri adalah sebagian besar isi basis data turunan, dan membawanya untuk enam belas lokasi akan melipatgandakannya demi gambar yang muncul dua kali.

KayutanganMalang · r = 800 m

Kendara

Baku · 30.2 km

Kendara ketat · 23.1 km

Jalan kaki sempit · 30.2 km

Jalan kaki

Baku · 54.8 km

Kendara ketat · 54.8 km

Jalan kaki sempit · 53.4 km

BSD City — klusterTangerang Selatan · r = 800 m

Kendara

Baku · 26.1 km

Kendara ketat · 15.0 km

Jalan kaki sempit · 26.1 km

Jalan kaki

Baku · 35.6 km

Kendara ketat · 35.6 km

Jalan kaki sempit · 28.6 km

Cakupan gang per lokasi

Temuan utama bergantung pada gang yang sudah terpetakan. Kalau gang sebuah kampung tidak ada di OpenStreetMap, jaringan pejalan kakinya akan menciut mendekati jaringan kendaraannya dan selisihnya hilang — bukan karena tidak ada, melainkan karena belum ada yang memetakannya. Ini ukuran tentang datanya, bukan tentang tempatnya.

Cakupan gang per lokasi, dengan keyakinan dan kerapatannya.
LokasiCakupan gangKeyakinanm/km²
Menteng8.1%tipis1522
Kota Tua10.5%tipis2434
Kota Lama1.9%tipis485
Kampung Bendungan Hilir18.9%sedang5989
Kampung Melayu2.6%tipis700
Kampung Code19.6%sedang5150
Kampung Lette4.1%tipis912
Kampung Braga35.4%cukup10276
Kotagede26.2%sedang7627
Kayutangan17.2%sedang4680
Pantai Indah Kapuk31.5%sedang3768
BSD City — kluster33.9%sedang6004
Alam Sutera10.5%tipis1627
Gading Serpong1.4%tipis334
Panakkukang2.7%tipis641
Empang19.7%sedang4361
Pasar Atas21.2%sedang3675
Ubud15.8%sedang2150
Kebayoran Baru27.9%sedang7182
Cihapit25.9%sedang8487
Pathuk25.0%sedang6001
Kesepuhan20.6%sedang2988
Sanur Kaja30.5%sedang4144
Gadang25.3%sedang6988
Gapuk Utara18.0%sedang4542
Hamadi15.3%sedang1286
Cipayung36.4%cukup10600
Kampung Bugis27.3%sedang2109
Palangka21.9%sedang6381
Lasoani20.7%sedang3720
Penurunan15.8%sedang1977
Singkawang Tengah15.4%sedang3656
IKN — Kawasan Inti0.0%tipis0