Kotagede · Yogyakarta · Kampung kota
r = 800 m · 36 bin · Cakupan gang 26.2% · sedang
Kotagede
Yogyakarta · Kampung kota
Inti Mataram abad ke-16 yang kini menjadi permukiman padat; lorong-lorongnya lebih tua daripada jalan yang mengelilinginya.
Kendara
- Entropi orientasi
- 2.971nat
- H / H max
- 0.829
- φ keteraturan
- 0.480
- Circuity
- 1.698~330
- Derajat simpul rata-rata
- 2.21
- Simpang empat
- 3.9%
- Jalan buntu
- 34.9%
- Kerapatan simpang
- 175 /km²
- Panjang ruas median
- 36 m
- Panjang jaringan
- 34.9 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 330 pasangan disampel · 160 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 674
- Ruas
- 745
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 351
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 175 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 69.8 km
- Circuity per ruas
- 1.028
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Jalan kaki
- Entropi orientasi
- 2.929nat
- H / H max
- 0.817
- φ keteraturan
- 0.507
- Circuity
- 1.390~477
- Derajat simpul rata-rata
- 2.42
- Simpang empat
- 5.7%
- Jalan buntu
- 26.1%
- Kerapatan simpang
- 398 /km²
- Panjang ruas median
- 31 m
- Panjang jaringan
- 58.6 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 477 pasangan disampel · 18 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 1279
- Ruas
- 1549
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 801
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 398 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 117.2 km
- Circuity per ruas
- 1.033
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Kedua rose ditumpuk
- Kendara
- Jalan kaki
- Keduanya
SelisihJalan kaki − Kendara
- Entropi orientasi
- −0.042
- H / H max
- −0.012
- φ keteraturan
- +0.027
- Circuity
- −0.308
- Derajat simpul rata-rata
- +0.21
- Simpang empat
- +1.9%
- Jalan buntu
- −8.8%
- Kerapatan simpang
- +224
- Panjang ruas median
- −5
- Panjang jaringan
- +23.7
Yang ditambahkan berjalan kaki
- Panjang hanya jalan kaki
- 23.7 km
- Bagian dari jaringan jalan kaki
- 40.4%
Tabel rose — 36 bin — Kotagede
| Bin | Rentang arah | P — Kendara | P — Jalan kaki | −P·ln P | −P·ln P |
|---|---|---|---|---|---|
| 00 | 355°–5° | 5.13% | 4.63% | 0.1523 | 0.1422 |
| 01 | 5°–15° | 10.67% | 11.35% | 0.2388 | 0.2470 |
| 02 | 15°–25° | 5.12% | 4.98% | 0.1521 | 0.1494 |
| 03 | 25°–35° | 1.38% | 1.36% | 0.0591 | 0.0585 |
| 04 | 35°–45° | 0.64% | 0.52% | 0.0322 | 0.0274 |
| 05 | 45°–55° | 0.27% | 0.40% | 0.0158 | 0.0223 |
| 06 | 55°–65° | 0.28% | 0.31% | 0.0166 | 0.0178 |
| 07 | 65°–75° | 0.41% | 0.37% | 0.0227 | 0.0206 |
| 08 | 75°–85° | 0.93% | 0.69% | 0.0436 | 0.0344 |
| 09 | 85°–95° | 4.12% | 4.15% | 0.1314 | 0.1320 |
| 10 | 95°–105° | 10.97% | 11.87% | 0.2425 | 0.2529 |
| 11 | 105°–115° | 5.25% | 4.94% | 0.1547 | 0.1485 |
| 12 | 115°–125° | 1.96% | 1.61% | 0.0770 | 0.0665 |
| 13 | 125°–135° | 0.45% | 0.45% | 0.0244 | 0.0242 |
| 14 | 135°–145° | 0.41% | 0.54% | 0.0227 | 0.0282 |
| 15 | 145°–155° | 0.55% | 0.45% | 0.0288 | 0.0243 |
| 16 | 155°–165° | 0.52% | 0.46% | 0.0272 | 0.0249 |
| 17 | 165°–175° | 0.94% | 0.92% | 0.0439 | 0.0431 |
| 18 | 175°–185° | 5.13% | 4.63% | 0.1523 | 0.1422 |
| 19 | 185°–195° | 10.67% | 11.35% | 0.2388 | 0.2470 |
| 20 | 195°–205° | 5.12% | 4.98% | 0.1521 | 0.1494 |
| 21 | 205°–215° | 1.38% | 1.36% | 0.0591 | 0.0585 |
| 22 | 215°–225° | 0.64% | 0.52% | 0.0322 | 0.0274 |
| 23 | 225°–235° | 0.27% | 0.40% | 0.0158 | 0.0223 |
| 24 | 235°–245° | 0.28% | 0.31% | 0.0166 | 0.0178 |
| 25 | 245°–255° | 0.41% | 0.37% | 0.0227 | 0.0206 |
| 26 | 255°–265° | 0.93% | 0.69% | 0.0436 | 0.0344 |
| 27 | 265°–275° | 4.12% | 4.15% | 0.1314 | 0.1320 |
| 28 | 275°–285° | 10.97% | 11.87% | 0.2425 | 0.2529 |
| 29 | 285°–295° | 5.25% | 4.94% | 0.1547 | 0.1485 |
| 30 | 295°–305° | 1.96% | 1.61% | 0.0770 | 0.0665 |
| 31 | 305°–315° | 0.45% | 0.45% | 0.0244 | 0.0242 |
| 32 | 315°–325° | 0.41% | 0.54% | 0.0227 | 0.0282 |
| 33 | 325°–335° | 0.55% | 0.45% | 0.0288 | 0.0243 |
| 34 | 335°–345° | 0.52% | 0.46% | 0.0272 | 0.0249 |
| 35 | 345°–355° | 0.94% | 0.92% | 0.0439 | 0.0431 |
| Jumlah = H | 2.971 | 2.929 | |||
Kolom terakhir adalah sumbangan tiap bin pada H = −Σ P(i)·ln P(i). Jumlahkan ketiga puluh enam angkanya dan hasilnya adalah H yang tercetak di bawah rose. Bin yang kosong menyumbang nol.
Unduh data lokasi ini (JSON, ODbL)
Data jalan © OpenStreetMap contributors, ODbL 1.0. Basis data turunan ini ditawarkan dengan lisensi yang sama. · Boeing, G. 2019. Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Applied Network Science 4(1):67.