Empang · Bogor · Kampung kota
r = 800 m · 36 bin · Cakupan gang 19.7% · sedang
Empang
Bogor · Kampung kota
Kampung padat di selatan koridor pecinan Suryakencana, dijalin gang sempit di antara blok-blok kecil.
Kendara
- Entropi orientasi
- 3.500nat
- H / H max
- 0.977
- φ keteraturan
- 0.075
- Circuity
- 1.814~375
- Derajat simpul rata-rata
- 2.25
- Simpang empat
- 2.1%
- Jalan buntu
- 31.3%
- Kerapatan simpang
- 115 /km²
- Panjang ruas median
- 42 m
- Panjang jaringan
- 26.5 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 375 pasangan disampel · 114 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 432
- Ruas
- 485
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 232
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 115 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 52.9 km
- Circuity per ruas
- 1.057
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Jalan kaki
- Entropi orientasi
- 3.526nat
- H / H max
- 0.984
- φ keteraturan
- 0.051
- Circuity
- 1.437~435
- Derajat simpul rata-rata
- 2.44
- Simpang empat
- 9.6%
- Jalan buntu
- 25.8%
- Kerapatan simpang
- 245 /km²
- Panjang ruas median
- 33 m
- Panjang jaringan
- 44.6 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 435 pasangan disampel · 54 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 826
- Ruas
- 1006
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 492
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 245 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 89.2 km
- Circuity per ruas
- 1.058
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Kedua rose ditumpuk
- Kendara
- Jalan kaki
- Keduanya
SelisihJalan kaki − Kendara
- Entropi orientasi
- +0.027
- H / H max
- +0.007
- φ keteraturan
- −0.023
- Circuity
- −0.377
- Derajat simpul rata-rata
- +0.19
- Simpang empat
- +7.5%
- Jalan buntu
- −5.5%
- Kerapatan simpang
- +129
- Panjang ruas median
- −10
- Panjang jaringan
- +18.1
Yang ditambahkan berjalan kaki
- Panjang hanya jalan kaki
- 18.1 km
- Bagian dari jaringan jalan kaki
- 40.6%
Tabel rose — 36 bin — Empang
| Bin | Rentang arah | P — Kendara | P — Jalan kaki | −P·ln P | −P·ln P |
|---|---|---|---|---|---|
| 00 | 355°–5° | 5.15% | 4.19% | 0.1527 | 0.1328 |
| 01 | 5°–15° | 2.35% | 2.18% | 0.0881 | 0.0835 |
| 02 | 15°–25° | 0.85% | 1.13% | 0.0405 | 0.0508 |
| 03 | 25°–35° | 1.32% | 1.55% | 0.0571 | 0.0647 |
| 04 | 35°–45° | 2.14% | 2.39% | 0.0824 | 0.0891 |
| 05 | 45°–55° | 2.17% | 2.35% | 0.0833 | 0.0883 |
| 06 | 55°–65° | 2.49% | 2.59% | 0.0921 | 0.0947 |
| 07 | 65°–75° | 3.52% | 3.52% | 0.1177 | 0.1178 |
| 08 | 75°–85° | 4.59% | 4.15% | 0.1414 | 0.1320 |
| 09 | 85°–95° | 3.17% | 3.25% | 0.1093 | 0.1114 |
| 10 | 95°–105° | 2.66% | 2.68% | 0.0964 | 0.0970 |
| 11 | 105°–115° | 1.50% | 2.07% | 0.0629 | 0.0802 |
| 12 | 115°–125° | 1.76% | 1.75% | 0.0711 | 0.0709 |
| 13 | 125°–135° | 2.81% | 2.38% | 0.1003 | 0.0889 |
| 14 | 135°–145° | 2.38% | 2.50% | 0.0890 | 0.0922 |
| 15 | 145°–155° | 2.93% | 2.92% | 0.1034 | 0.1033 |
| 16 | 155°–165° | 4.26% | 4.63% | 0.1344 | 0.1422 |
| 17 | 165°–175° | 3.96% | 3.76% | 0.1279 | 0.1233 |
| 18 | 175°–185° | 5.15% | 4.19% | 0.1527 | 0.1328 |
| 19 | 185°–195° | 2.35% | 2.18% | 0.0881 | 0.0835 |
| 20 | 195°–205° | 0.85% | 1.13% | 0.0405 | 0.0508 |
| 21 | 205°–215° | 1.32% | 1.55% | 0.0571 | 0.0647 |
| 22 | 215°–225° | 2.14% | 2.39% | 0.0824 | 0.0891 |
| 23 | 225°–235° | 2.17% | 2.35% | 0.0833 | 0.0883 |
| 24 | 235°–245° | 2.49% | 2.59% | 0.0921 | 0.0947 |
| 25 | 245°–255° | 3.52% | 3.52% | 0.1177 | 0.1178 |
| 26 | 255°–265° | 4.59% | 4.15% | 0.1414 | 0.1320 |
| 27 | 265°–275° | 3.17% | 3.25% | 0.1093 | 0.1114 |
| 28 | 275°–285° | 2.66% | 2.68% | 0.0964 | 0.0970 |
| 29 | 285°–295° | 1.50% | 2.07% | 0.0629 | 0.0802 |
| 30 | 295°–305° | 1.76% | 1.75% | 0.0711 | 0.0709 |
| 31 | 305°–315° | 2.81% | 2.38% | 0.1003 | 0.0889 |
| 32 | 315°–325° | 2.38% | 2.50% | 0.0890 | 0.0922 |
| 33 | 325°–335° | 2.93% | 2.92% | 0.1034 | 0.1033 |
| 34 | 335°–345° | 4.26% | 4.63% | 0.1344 | 0.1422 |
| 35 | 345°–355° | 3.96% | 3.76% | 0.1279 | 0.1233 |
| Jumlah = H | 3.500 | 3.526 | |||
Kolom terakhir adalah sumbangan tiap bin pada H = −Σ P(i)·ln P(i). Jumlahkan ketiga puluh enam angkanya dan hasilnya adalah H yang tercetak di bawah rose. Bin yang kosong menyumbang nol.
Unduh data lokasi ini (JSON, ODbL)
Data jalan © OpenStreetMap contributors, ODbL 1.0. Basis data turunan ini ditawarkan dengan lisensi yang sama. · Boeing, G. 2019. Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Applied Network Science 4(1):67.