Kebayoran Baru · Jakarta Selatan · Kota baru
r = 800 m · 36 bin · Cakupan gang 27.9% · sedang
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan · Kota baru
Kota satelit terencana tahun 1950-an: blok besar, jalan berseri, dan koridor angkutan di tengahnya. Kota baru yang tidak berpagar — satu-satunya kawasan terencana dalam kumpulan ini yang cakupan gangnya memadai.
Kendara
- Entropi orientasi
- 2.759nat
- H / H max
- 0.770
- φ keteraturan
- 0.610
- Circuity
- 1.370~469
- Derajat simpul rata-rata
- 2.57
- Simpang empat
- 14.2%
- Jalan buntu
- 23.4%
- Kerapatan simpang
- 192 /km²
- Panjang ruas median
- 36 m
- Panjang jaringan
- 37.9 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 469 pasangan disampel · 22 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 591
- Ruas
- 759
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 386
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 192 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 75.9 km
- Circuity per ruas
- 1.021
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Jalan kaki
- Entropi orientasi
- 2.792nat
- H / H max
- 0.779
- φ keteraturan
- 0.590
- Circuity
- 1.364~449
- Derajat simpul rata-rata
- 2.65
- Simpang empat
- 18.9%
- Jalan buntu
- 19.7%
- Kerapatan simpang
- 317 /km²
- Panjang ruas median
- 20 m
- Panjang jaringan
- 51.8 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 449 pasangan disampel · 26 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 984
- Ruas
- 1302
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 638
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 317 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 103.5 km
- Circuity per ruas
- 1.033
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Kedua rose ditumpuk
- Kendara
- Jalan kaki
- Keduanya
SelisihJalan kaki − Kendara
- Entropi orientasi
- +0.034
- H / H max
- +0.009
- φ keteraturan
- −0.019
- Circuity
- −0.006
- Derajat simpul rata-rata
- +0.08
- Simpang empat
- +4.7%
- Jalan buntu
- −3.6%
- Kerapatan simpang
- +125
- Panjang ruas median
- −16
- Panjang jaringan
- +13.8
Yang ditambahkan berjalan kaki
- Panjang hanya jalan kaki
- 14.8 km
- Bagian dari jaringan jalan kaki
- 28.6%
Tabel rose — 36 bin — Kebayoran Baru
| Bin | Rentang arah | P — Kendara | P — Jalan kaki | −P·ln P | −P·ln P |
|---|---|---|---|---|---|
| 00 | 355°–5° | 15.50% | 15.57% | 0.2890 | 0.2896 |
| 01 | 5°–15° | 1.72% | 2.04% | 0.0698 | 0.0794 |
| 02 | 15°–25° | 0.61% | 0.63% | 0.0311 | 0.0320 |
| 03 | 25°–35° | 0.99% | 0.96% | 0.0459 | 0.0447 |
| 04 | 35°–45° | 0.79% | 0.77% | 0.0382 | 0.0376 |
| 05 | 45°–55° | 1.69% | 1.74% | 0.0690 | 0.0705 |
| 06 | 55°–65° | 1.08% | 1.38% | 0.0489 | 0.0593 |
| 07 | 65°–75° | 0.83% | 0.80% | 0.0397 | 0.0385 |
| 08 | 75°–85° | 0.79% | 0.86% | 0.0383 | 0.0409 |
| 09 | 85°–95° | 15.47% | 15.10% | 0.2887 | 0.2854 |
| 10 | 95°–105° | 0.59% | 0.65% | 0.0302 | 0.0327 |
| 11 | 105°–115° | 0.36% | 0.44% | 0.0203 | 0.0237 |
| 12 | 115°–125° | 0.34% | 0.40% | 0.0192 | 0.0220 |
| 13 | 125°–135° | 0.27% | 0.38% | 0.0158 | 0.0210 |
| 14 | 135°–145° | 3.54% | 2.79% | 0.1184 | 0.0999 |
| 15 | 145°–155° | 2.19% | 2.25% | 0.0836 | 0.0855 |
| 16 | 155°–165° | 1.81% | 1.55% | 0.0727 | 0.0645 |
| 17 | 165°–175° | 1.43% | 1.69% | 0.0606 | 0.0689 |
| 18 | 175°–185° | 15.50% | 15.57% | 0.2890 | 0.2896 |
| 19 | 185°–195° | 1.72% | 2.04% | 0.0698 | 0.0794 |
| 20 | 195°–205° | 0.61% | 0.63% | 0.0311 | 0.0320 |
| 21 | 205°–215° | 0.99% | 0.96% | 0.0459 | 0.0447 |
| 22 | 215°–225° | 0.79% | 0.77% | 0.0382 | 0.0376 |
| 23 | 225°–235° | 1.69% | 1.74% | 0.0690 | 0.0705 |
| 24 | 235°–245° | 1.08% | 1.38% | 0.0489 | 0.0593 |
| 25 | 245°–255° | 0.83% | 0.80% | 0.0397 | 0.0385 |
| 26 | 255°–265° | 0.79% | 0.86% | 0.0383 | 0.0409 |
| 27 | 265°–275° | 15.47% | 15.10% | 0.2887 | 0.2854 |
| 28 | 275°–285° | 0.59% | 0.65% | 0.0302 | 0.0327 |
| 29 | 285°–295° | 0.36% | 0.44% | 0.0203 | 0.0237 |
| 30 | 295°–305° | 0.34% | 0.40% | 0.0192 | 0.0220 |
| 31 | 305°–315° | 0.27% | 0.38% | 0.0158 | 0.0210 |
| 32 | 315°–325° | 3.54% | 2.79% | 0.1184 | 0.0999 |
| 33 | 325°–335° | 2.19% | 2.25% | 0.0836 | 0.0855 |
| 34 | 335°–345° | 1.81% | 1.55% | 0.0727 | 0.0645 |
| 35 | 345°–355° | 1.43% | 1.69% | 0.0606 | 0.0689 |
| Jumlah = H | 2.759 | 2.792 | |||
Kolom terakhir adalah sumbangan tiap bin pada H = −Σ P(i)·ln P(i). Jumlahkan ketiga puluh enam angkanya dan hasilnya adalah H yang tercetak di bawah rose. Bin yang kosong menyumbang nol.
Unduh data lokasi ini (JSON, ODbL)
Data jalan © OpenStreetMap contributors, ODbL 1.0. Basis data turunan ini ditawarkan dengan lisensi yang sama. · Boeing, G. 2019. Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Applied Network Science 4(1):67.