Kampung Braga · Bandung · Kampung kota
r = 800 m · 36 bin · Cakupan gang 35.4% · cukup
Kampung Braga
Bandung · Kampung kota
Kampung di tepi Cikapundung, tepat di belakang Jalan Braga. Gangnya terpetakan rapat — salah satu dari sedikit lokasi yang selisih kendara/jalan kakinya dapat dibaca.
Kendara
- Entropi orientasi
- 3.035nat
- H / H max
- 0.847
- φ keteraturan
- 0.437
- Circuity
- 1.394~458
- Derajat simpul rata-rata
- 2.34
- Simpang empat
- 5.3%
- Jalan buntu
- 26.1%
- Kerapatan simpang
- 180 /km²
- Panjang ruas median
- 33 m
- Panjang jaringan
- 35.8 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 458 pasangan disampel · 37 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 658
- Ruas
- 770
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 361
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 180 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 71.6 km
- Circuity per ruas
- 1.051
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Jalan kaki
- Entropi orientasi
- 3.009nat
- H / H max
- 0.840
- φ keteraturan
- 0.454
- Circuity
- 1.340~467
- Derajat simpul rata-rata
- 2.66
- Simpang empat
- 19.9%
- Jalan buntu
- 19.6%
- Kerapatan simpang
- 394 /km²
- Panjang ruas median
- 20 m
- Panjang jaringan
- 58.4 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 467 pasangan disampel · 22 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 1214
- Ruas
- 1614
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 792
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 394 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 116.8 km
- Circuity per ruas
- 1.044
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Kedua rose ditumpuk
- Kendara
- Jalan kaki
- Keduanya
SelisihJalan kaki − Kendara
- Entropi orientasi
- −0.026
- H / H max
- −0.007
- φ keteraturan
- +0.017
- Circuity
- −0.054
- Derajat simpul rata-rata
- +0.32
- Simpang empat
- +14.6%
- Jalan buntu
- −6.5%
- Kerapatan simpang
- +214
- Panjang ruas median
- −13
- Panjang jaringan
- +22.6
Yang ditambahkan berjalan kaki
- Panjang hanya jalan kaki
- 22.7 km
- Bagian dari jaringan jalan kaki
- 38.8%
Tabel rose — 36 bin — Kampung Braga
| Bin | Rentang arah | P — Kendara | P — Jalan kaki | −P·ln P | −P·ln P |
|---|---|---|---|---|---|
| 00 | 355°–5° | 8.35% | 8.94% | 0.2073 | 0.2159 |
| 01 | 5°–15° | 8.82% | 8.54% | 0.2142 | 0.2101 |
| 02 | 15°–25° | 1.67% | 1.43% | 0.0684 | 0.0607 |
| 03 | 25°–35° | 1.00% | 0.79% | 0.0462 | 0.0383 |
| 04 | 35°–45° | 0.34% | 0.41% | 0.0195 | 0.0224 |
| 05 | 45°–55° | 0.50% | 0.49% | 0.0263 | 0.0261 |
| 06 | 55°–65° | 0.83% | 0.81% | 0.0396 | 0.0392 |
| 07 | 65°–75° | 1.00% | 0.93% | 0.0460 | 0.0433 |
| 08 | 75°–85° | 1.41% | 1.79% | 0.0600 | 0.0720 |
| 09 | 85°–95° | 4.36% | 4.27% | 0.1365 | 0.1347 |
| 10 | 95°–105° | 12.21% | 12.51% | 0.2567 | 0.2600 |
| 11 | 105°–115° | 2.07% | 1.79% | 0.0802 | 0.0721 |
| 12 | 115°–125° | 2.16% | 1.93% | 0.0828 | 0.0761 |
| 13 | 125°–135° | 0.42% | 0.39% | 0.0228 | 0.0216 |
| 14 | 135°–145° | 0.53% | 0.48% | 0.0276 | 0.0257 |
| 15 | 145°–155° | 1.13% | 0.84% | 0.0507 | 0.0400 |
| 16 | 155°–165° | 1.83% | 1.98% | 0.0732 | 0.0776 |
| 17 | 165°–175° | 1.39% | 1.69% | 0.0595 | 0.0689 |
| 18 | 175°–185° | 8.35% | 8.94% | 0.2073 | 0.2159 |
| 19 | 185°–195° | 8.82% | 8.54% | 0.2142 | 0.2101 |
| 20 | 195°–205° | 1.67% | 1.43% | 0.0684 | 0.0607 |
| 21 | 205°–215° | 1.00% | 0.79% | 0.0462 | 0.0383 |
| 22 | 215°–225° | 0.34% | 0.41% | 0.0195 | 0.0224 |
| 23 | 225°–235° | 0.50% | 0.49% | 0.0263 | 0.0261 |
| 24 | 235°–245° | 0.83% | 0.81% | 0.0396 | 0.0392 |
| 25 | 245°–255° | 1.00% | 0.93% | 0.0460 | 0.0433 |
| 26 | 255°–265° | 1.41% | 1.79% | 0.0600 | 0.0720 |
| 27 | 265°–275° | 4.36% | 4.27% | 0.1365 | 0.1347 |
| 28 | 275°–285° | 12.21% | 12.51% | 0.2567 | 0.2600 |
| 29 | 285°–295° | 2.07% | 1.79% | 0.0802 | 0.0721 |
| 30 | 295°–305° | 2.16% | 1.93% | 0.0828 | 0.0761 |
| 31 | 305°–315° | 0.42% | 0.39% | 0.0228 | 0.0216 |
| 32 | 315°–325° | 0.53% | 0.48% | 0.0276 | 0.0257 |
| 33 | 325°–335° | 1.13% | 0.84% | 0.0507 | 0.0400 |
| 34 | 335°–345° | 1.83% | 1.98% | 0.0732 | 0.0776 |
| 35 | 345°–355° | 1.39% | 1.69% | 0.0595 | 0.0689 |
| Jumlah = H | 3.035 | 3.009 | |||
Kolom terakhir adalah sumbangan tiap bin pada H = −Σ P(i)·ln P(i). Jumlahkan ketiga puluh enam angkanya dan hasilnya adalah H yang tercetak di bawah rose. Bin yang kosong menyumbang nol.
Unduh data lokasi ini (JSON, ODbL)
Data jalan © OpenStreetMap contributors, ODbL 1.0. Basis data turunan ini ditawarkan dengan lisensi yang sama. · Boeing, G. 2019. Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Applied Network Science 4(1):67.