Cipayung · Depok · Perumahan kluster
r = 800 m · 36 bin · Cakupan gang 36.4% · cukup
Cipayung
Depok · Perumahan kluster
Kluster berpagar dan kampung yang ditumbuhinya, di cakram yang sama: 76 gerbang terpetakan di dalam radius ini, di samping gang bernama burung dan jalan kavling bernama Inggris. Satu-satunya lokasi perumahan dalam kumpulan ini yang gangnya cukup terpetakan untuk dibandingkan.
Kendara
- Entropi orientasi
- 3.285nat
- H / H max
- 0.917
- φ keteraturan
- 0.253
- Circuity
- 1.560~176
- Derajat simpul rata-rata
- 2.15
- Simpang empat
- 3.1%
- Jalan buntu
- 36.2%
- Kerapatan simpang
- 162 /km²
- Panjang ruas median
- 39 m
- Panjang jaringan
- 33.2 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 176 pasangan disampel · 315 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 676
- Ruas
- 727
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 326
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 162 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 66.3 km
- Circuity per ruas
- 1.053
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Jalan kaki
- Entropi orientasi
- 3.268nat
- H / H max
- 0.912
- φ keteraturan
- 0.266
- Circuity
- 1.504~433
- Derajat simpul rata-rata
- 2.36
- Simpang empat
- 4.8%
- Jalan buntu
- 28.1%
- Kerapatan simpang
- 434 /km²
- Panjang ruas median
- 28 m
- Panjang jaringan
- 58.5 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 433 pasangan disampel · 59 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 1466
- Ruas
- 1732
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 873
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 434 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 117.0 km
- Circuity per ruas
- 1.054
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Kedua rose ditumpuk
- Kendara
- Jalan kaki
- Keduanya
SelisihJalan kaki − Kendara
- Entropi orientasi
- −0.017
- H / H max
- −0.005
- φ keteraturan
- +0.013
- Circuity
- −0.055
- Derajat simpul rata-rata
- +0.21
- Simpang empat
- +1.7%
- Jalan buntu
- −8.1%
- Kerapatan simpang
- +272
- Panjang ruas median
- −11
- Panjang jaringan
- +25.3
Yang ditambahkan berjalan kaki
- Panjang hanya jalan kaki
- 25.3 km
- Bagian dari jaringan jalan kaki
- 43.3%
Tabel rose — 36 bin — Cipayung
| Bin | Rentang arah | P — Kendara | P — Jalan kaki | −P·ln P | −P·ln P |
|---|---|---|---|---|---|
| 00 | 355°–5° | 6.72% | 6.51% | 0.1814 | 0.1778 |
| 01 | 5°–15° | 5.65% | 6.69% | 0.1623 | 0.1809 |
| 02 | 15°–25° | 3.05% | 3.59% | 0.1065 | 0.1195 |
| 03 | 25°–35° | 1.18% | 1.57% | 0.0522 | 0.0653 |
| 04 | 35°–45° | 0.81% | 0.84% | 0.0389 | 0.0402 |
| 05 | 45°–55° | 1.17% | 0.93% | 0.0522 | 0.0436 |
| 06 | 55°–65° | 0.95% | 0.74% | 0.0443 | 0.0361 |
| 07 | 65°–75° | 1.58% | 1.12% | 0.0656 | 0.0503 |
| 08 | 75°–85° | 2.71% | 2.40% | 0.0979 | 0.0896 |
| 09 | 85°–95° | 7.37% | 6.56% | 0.1921 | 0.1788 |
| 10 | 95°–105° | 6.94% | 6.98% | 0.1851 | 0.1858 |
| 11 | 105°–115° | 3.72% | 4.30% | 0.1224 | 0.1352 |
| 12 | 115°–125° | 1.32% | 1.67% | 0.0571 | 0.0685 |
| 13 | 125°–135° | 0.80% | 0.87% | 0.0388 | 0.0412 |
| 14 | 135°–145° | 0.88% | 0.97% | 0.0418 | 0.0451 |
| 15 | 145°–155° | 0.92% | 0.81% | 0.0430 | 0.0389 |
| 16 | 155°–165° | 1.40% | 1.06% | 0.0597 | 0.0482 |
| 17 | 165°–175° | 2.84% | 2.39% | 0.1011 | 0.0892 |
| 18 | 175°–185° | 6.72% | 6.51% | 0.1814 | 0.1778 |
| 19 | 185°–195° | 5.65% | 6.69% | 0.1623 | 0.1809 |
| 20 | 195°–205° | 3.05% | 3.59% | 0.1065 | 0.1195 |
| 21 | 205°–215° | 1.18% | 1.57% | 0.0522 | 0.0653 |
| 22 | 215°–225° | 0.81% | 0.84% | 0.0389 | 0.0402 |
| 23 | 225°–235° | 1.17% | 0.93% | 0.0522 | 0.0436 |
| 24 | 235°–245° | 0.95% | 0.74% | 0.0443 | 0.0361 |
| 25 | 245°–255° | 1.58% | 1.12% | 0.0656 | 0.0503 |
| 26 | 255°–265° | 2.71% | 2.40% | 0.0979 | 0.0896 |
| 27 | 265°–275° | 7.37% | 6.56% | 0.1921 | 0.1788 |
| 28 | 275°–285° | 6.94% | 6.98% | 0.1851 | 0.1858 |
| 29 | 285°–295° | 3.72% | 4.30% | 0.1224 | 0.1352 |
| 30 | 295°–305° | 1.32% | 1.67% | 0.0571 | 0.0685 |
| 31 | 305°–315° | 0.80% | 0.87% | 0.0388 | 0.0412 |
| 32 | 315°–325° | 0.88% | 0.97% | 0.0418 | 0.0451 |
| 33 | 325°–335° | 0.92% | 0.81% | 0.0430 | 0.0389 |
| 34 | 335°–345° | 1.40% | 1.06% | 0.0597 | 0.0482 |
| 35 | 345°–355° | 2.84% | 2.39% | 0.1011 | 0.0892 |
| Jumlah = H | 3.285 | 3.268 | |||
Kolom terakhir adalah sumbangan tiap bin pada H = −Σ P(i)·ln P(i). Jumlahkan ketiga puluh enam angkanya dan hasilnya adalah H yang tercetak di bawah rose. Bin yang kosong menyumbang nol.
Unduh data lokasi ini (JSON, ODbL)
Data jalan © OpenStreetMap contributors, ODbL 1.0. Basis data turunan ini ditawarkan dengan lisensi yang sama. · Boeing, G. 2019. Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Applied Network Science 4(1):67.