Lasoani · Palu · Kampung kota
r = 800 m · 36 bin · Cakupan gang 20.7% · sedang
Lasoani
Palu · Kampung kota
Permukiman di timur Palu, di kaki perbukitan. Pemetaannya rapat karena kota ini dipetakan ulang secara terorganisir setelah gempa dan likuefaksi 2018.
Kendara
- Entropi orientasi
- 3.383nat
- H / H max
- 0.944
- φ keteraturan
- 0.174
- Circuity
- 1.646~468
- Derajat simpul rata-rata
- 2.43
- Simpang empat
- 7.3%
- Jalan buntu
- 26.5%
- Kerapatan simpang
- 101 /km²
- Panjang ruas median
- 55 m
- Panjang jaringan
- 28.0 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 468 pasangan disampel · 19 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 328
- Ruas
- 398
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 203
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 101 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 56.0 km
- Circuity per ruas
- 1.042
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Jalan kaki
- Entropi orientasi
- 3.439nat
- H / H max
- 0.960
- φ keteraturan
- 0.127
- Circuity
- 1.550~470
- Derajat simpul rata-rata
- 2.50
- Simpang empat
- 7.0%
- Jalan buntu
- 23.0%
- Kerapatan simpang
- 164 /km²
- Panjang ruas median
- 46 m
- Panjang jaringan
- 36.1 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 470 pasangan disampel · 22 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 499
- Ruas
- 624
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 330
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 164 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 72.3 km
- Circuity per ruas
- 1.042
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Kedua rose ditumpuk
- Kendara
- Jalan kaki
- Keduanya
SelisihJalan kaki − Kendara
- Entropi orientasi
- +0.055
- H / H max
- +0.015
- φ keteraturan
- −0.046
- Circuity
- −0.096
- Derajat simpul rata-rata
- +0.07
- Simpang empat
- −0.3%
- Jalan buntu
- −3.5%
- Kerapatan simpang
- +63
- Panjang ruas median
- −9
- Panjang jaringan
- +8.2
Yang ditambahkan berjalan kaki
- Panjang hanya jalan kaki
- 8.2 km
- Bagian dari jaringan jalan kaki
- 22.6%
Tabel rose — 36 bin — Lasoani
| Bin | Rentang arah | P — Kendara | P — Jalan kaki | −P·ln P | −P·ln P |
|---|---|---|---|---|---|
| 00 | 355°–5° | 2.99% | 3.05% | 0.1049 | 0.1063 |
| 01 | 5°–15° | 2.12% | 2.11% | 0.0817 | 0.0815 |
| 02 | 15°–25° | 0.69% | 0.98% | 0.0345 | 0.0453 |
| 03 | 25°–35° | 0.87% | 1.24% | 0.0411 | 0.0543 |
| 04 | 35°–45° | 1.77% | 1.77% | 0.0714 | 0.0715 |
| 05 | 45°–55° | 3.41% | 3.12% | 0.1152 | 0.1082 |
| 06 | 55°–65° | 9.51% | 8.69% | 0.2238 | 0.2123 |
| 07 | 65°–75° | 3.69% | 3.55% | 0.1217 | 0.1186 |
| 08 | 75°–85° | 2.40% | 2.90% | 0.0895 | 0.1027 |
| 09 | 85°–95° | 3.79% | 3.49% | 0.1240 | 0.1170 |
| 10 | 95°–105° | 1.96% | 2.06% | 0.0769 | 0.0800 |
| 11 | 105°–115° | 1.18% | 1.71% | 0.0524 | 0.0694 |
| 12 | 115°–125° | 1.37% | 1.55% | 0.0588 | 0.0645 |
| 13 | 125°–135° | 2.22% | 2.48% | 0.0846 | 0.0916 |
| 14 | 135°–145° | 1.65% | 1.83% | 0.0676 | 0.0732 |
| 15 | 145°–155° | 5.14% | 4.59% | 0.1526 | 0.1414 |
| 16 | 155°–165° | 2.46% | 2.43% | 0.0911 | 0.0904 |
| 17 | 165°–175° | 2.80% | 2.45% | 0.1001 | 0.0910 |
| 18 | 175°–185° | 2.99% | 3.05% | 0.1049 | 0.1063 |
| 19 | 185°–195° | 2.12% | 2.11% | 0.0817 | 0.0815 |
| 20 | 195°–205° | 0.69% | 0.98% | 0.0345 | 0.0453 |
| 21 | 205°–215° | 0.87% | 1.24% | 0.0411 | 0.0543 |
| 22 | 215°–225° | 1.77% | 1.77% | 0.0714 | 0.0715 |
| 23 | 225°–235° | 3.41% | 3.12% | 0.1152 | 0.1082 |
| 24 | 235°–245° | 9.51% | 8.69% | 0.2238 | 0.2123 |
| 25 | 245°–255° | 3.69% | 3.55% | 0.1217 | 0.1186 |
| 26 | 255°–265° | 2.40% | 2.90% | 0.0895 | 0.1027 |
| 27 | 265°–275° | 3.79% | 3.49% | 0.1240 | 0.1170 |
| 28 | 275°–285° | 1.96% | 2.06% | 0.0769 | 0.0800 |
| 29 | 285°–295° | 1.18% | 1.71% | 0.0524 | 0.0694 |
| 30 | 295°–305° | 1.37% | 1.55% | 0.0588 | 0.0645 |
| 31 | 305°–315° | 2.22% | 2.48% | 0.0846 | 0.0916 |
| 32 | 315°–325° | 1.65% | 1.83% | 0.0676 | 0.0732 |
| 33 | 325°–335° | 5.14% | 4.59% | 0.1526 | 0.1414 |
| 34 | 335°–345° | 2.46% | 2.43% | 0.0911 | 0.0904 |
| 35 | 345°–355° | 2.80% | 2.45% | 0.1001 | 0.0910 |
| Jumlah = H | 3.383 | 3.439 | |||
Kolom terakhir adalah sumbangan tiap bin pada H = −Σ P(i)·ln P(i). Jumlahkan ketiga puluh enam angkanya dan hasilnya adalah H yang tercetak di bawah rose. Bin yang kosong menyumbang nol.
Unduh data lokasi ini (JSON, ODbL)
Data jalan © OpenStreetMap contributors, ODbL 1.0. Basis data turunan ini ditawarkan dengan lisensi yang sama. · Boeing, G. 2019. Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Applied Network Science 4(1):67.