Pathuk · Yogyakarta · Kampung kota
r = 800 m · 36 bin · Cakupan gang 25.0% · sedang
Pathuk
Yogyakarta · Kampung kota
Kampung di barat Malioboro dengan jalan bernama tokoh wayang. Sebagian besar jaringannya bertanda living street, bukan jalan perumahan biasa.
Kendara
- Entropi orientasi
- 2.939nat
- H / H max
- 0.820
- φ keteraturan
- 0.501
- Circuity
- 1.427~387
- Derajat simpul rata-rata
- 2.26
- Simpang empat
- 5.5%
- Jalan buntu
- 34.7%
- Kerapatan simpang
- 150 /km²
- Panjang ruas median
- 43 m
- Panjang jaringan
- 32.8 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 387 pasangan disampel · 106 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 545
- Ruas
- 616
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 301
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 150 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 65.6 km
- Circuity per ruas
- 1.020
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Jalan kaki
- Entropi orientasi
- 2.985nat
- H / H max
- 0.833
- φ keteraturan
- 0.471
- Circuity
- 1.395~461
- Derajat simpul rata-rata
- 2.37
- Simpang empat
- 6.9%
- Jalan buntu
- 29.9%
- Kerapatan simpang
- 285 /km²
- Panjang ruas median
- 36 m
- Panjang jaringan
- 48.2 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 461 pasangan disampel · 32 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 955
- Ruas
- 1132
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 574
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 285 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 96.3 km
- Circuity per ruas
- 1.021
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Kedua rose ditumpuk
- Kendara
- Jalan kaki
- Keduanya
SelisihJalan kaki − Kendara
- Entropi orientasi
- +0.046
- H / H max
- +0.013
- φ keteraturan
- −0.030
- Circuity
- −0.032
- Derajat simpul rata-rata
- +0.11
- Simpang empat
- +1.4%
- Jalan buntu
- −4.7%
- Kerapatan simpang
- +136
- Panjang ruas median
- −7
- Panjang jaringan
- +15.3
Yang ditambahkan berjalan kaki
- Panjang hanya jalan kaki
- 15.4 km
- Bagian dari jaringan jalan kaki
- 31.9%
Tabel rose — 36 bin — Pathuk
| Bin | Rentang arah | P — Kendara | P — Jalan kaki | −P·ln P | −P·ln P |
|---|---|---|---|---|---|
| 00 | 355°–5° | 4.02% | 4.42% | 0.1292 | 0.1379 |
| 01 | 5°–15° | 11.99% | 10.86% | 0.2543 | 0.2411 |
| 02 | 15°–25° | 5.08% | 5.03% | 0.1514 | 0.1504 |
| 03 | 25°–35° | 1.19% | 1.38% | 0.0527 | 0.0592 |
| 04 | 35°–45° | 0.80% | 0.66% | 0.0386 | 0.0331 |
| 05 | 45°–55° | 0.47% | 0.54% | 0.0252 | 0.0283 |
| 06 | 55°–65° | 0.17% | 0.19% | 0.0107 | 0.0120 |
| 07 | 65°–75° | 0.29% | 0.29% | 0.0170 | 0.0169 |
| 08 | 75°–85° | 0.86% | 0.98% | 0.0409 | 0.0455 |
| 09 | 85°–95° | 4.29% | 5.02% | 0.1352 | 0.1501 |
| 10 | 95°–105° | 10.27% | 9.67% | 0.2337 | 0.2259 |
| 11 | 105°–115° | 6.20% | 6.32% | 0.1724 | 0.1746 |
| 12 | 115°–125° | 1.55% | 1.60% | 0.0645 | 0.0660 |
| 13 | 125°–135° | 0.49% | 0.40% | 0.0261 | 0.0221 |
| 14 | 135°–145° | 0.23% | 0.30% | 0.0140 | 0.0174 |
| 15 | 145°–155° | 0.48% | 0.47% | 0.0258 | 0.0252 |
| 16 | 155°–165° | 0.66% | 0.72% | 0.0333 | 0.0357 |
| 17 | 165°–175° | 0.95% | 1.14% | 0.0444 | 0.0510 |
| 18 | 175°–185° | 4.02% | 4.42% | 0.1292 | 0.1379 |
| 19 | 185°–195° | 11.99% | 10.86% | 0.2543 | 0.2411 |
| 20 | 195°–205° | 5.08% | 5.03% | 0.1514 | 0.1504 |
| 21 | 205°–215° | 1.19% | 1.38% | 0.0527 | 0.0592 |
| 22 | 215°–225° | 0.80% | 0.66% | 0.0386 | 0.0331 |
| 23 | 225°–235° | 0.47% | 0.54% | 0.0252 | 0.0283 |
| 24 | 235°–245° | 0.17% | 0.19% | 0.0107 | 0.0120 |
| 25 | 245°–255° | 0.29% | 0.29% | 0.0170 | 0.0169 |
| 26 | 255°–265° | 0.86% | 0.98% | 0.0409 | 0.0455 |
| 27 | 265°–275° | 4.29% | 5.02% | 0.1352 | 0.1501 |
| 28 | 275°–285° | 10.27% | 9.67% | 0.2337 | 0.2259 |
| 29 | 285°–295° | 6.20% | 6.32% | 0.1724 | 0.1746 |
| 30 | 295°–305° | 1.55% | 1.60% | 0.0645 | 0.0660 |
| 31 | 305°–315° | 0.49% | 0.40% | 0.0261 | 0.0221 |
| 32 | 315°–325° | 0.23% | 0.30% | 0.0140 | 0.0174 |
| 33 | 325°–335° | 0.48% | 0.47% | 0.0258 | 0.0252 |
| 34 | 335°–345° | 0.66% | 0.72% | 0.0333 | 0.0357 |
| 35 | 345°–355° | 0.95% | 1.14% | 0.0444 | 0.0510 |
| Jumlah = H | 2.939 | 2.985 | |||
Kolom terakhir adalah sumbangan tiap bin pada H = −Σ P(i)·ln P(i). Jumlahkan ketiga puluh enam angkanya dan hasilnya adalah H yang tercetak di bawah rose. Bin yang kosong menyumbang nol.
Unduh data lokasi ini (JSON, ODbL)
Data jalan © OpenStreetMap contributors, ODbL 1.0. Basis data turunan ini ditawarkan dengan lisensi yang sama. · Boeing, G. 2019. Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Applied Network Science 4(1):67.