Kampung Bugis · Tanjungpinang · Kampung kota
r = 800 m · 36 bin · Cakupan gang 27.3% · sedang
Kampung Bugis
Tanjungpinang · Kampung kota
Permukiman di atas air di seberang pelabuhan. Jalannya bernama pelantar — dermaga kayu yang berfungsi sebagai jalan, bukan trotoar di sisi jalan.
Kendara
- Entropi orientasi
- 3.485nat
- H / H max
- 0.972
- φ keteraturan
- 0.088
- Circuity
- 1.565~304
- Derajat simpul rata-rata
- 2.24
- Simpang empat
- 1.7%
- Jalan buntu
- 35.6%
- Kerapatan simpang
- 34 /km²
- Panjang ruas median
- 63 m
- Panjang jaringan
- 11.3 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 304 pasangan disampel · 173 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 118
- Ruas
- 132
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 68
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 34 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 22.6 km
- Circuity per ruas
- 1.089
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Jalan kaki
- Entropi orientasi
- 3.444nat
- H / H max
- 0.961
- φ keteraturan
- 0.123
- Circuity
- 1.450~292
- Derajat simpul rata-rata
- 2.21
- Simpang empat
- 4.6%
- Jalan buntu
- 39.9%
- Kerapatan simpang
- 43 /km²
- Panjang ruas median
- 65 m
- Panjang jaringan
- 15.5 km
H diukur dalam nat — satuan informasi berbasis logaritma natural. Itulah sebabnya maksimumnya ln 36 ≈ 3,584 dan bukan log₂ 36.
Circuity adalah perkiraan: jarak jaringan dibagi jarak garis lurus, dirata-ratakan atas sampel pasangan simpul yang diambil dengan benih tetap — bukan atas seluruh pasangan. 292 pasangan disampel · 187 pasangan tak terhubung Pasangan yang tidak terhubung sama sekali dikeluarkan dari rata-rata. Jumlahnya besar berarti jaringan ini terpecah — sinyal tentang datanya, bukan tentang tempatnya.
Dari mana angka-angka ini
- Simpul
- 153
- Ruas
- 169
- Simpang (derajat ≥ 3)
- 86
- Luas cakram
- 2.01 km²
- Kerapatan simpang
- 43 /km²
- Panjang tertimbang rose
- 31.1 km
- Circuity per ruas
- 1.066
Nilai antara yang dipakai kolom di atas. Kerapatan simpang adalah jumlah simpang dibagi luas cakram; panjang tertimbang adalah penyebut yang menjadikan batang rose sebuah bagian. Dua ukuran circuity yang berbeda: yang per ruas membandingkan tiap ruas dengan talinya sendiri, yang disampel membandingkan jarak antar simpang. Yang pertama mengukur kelokan jalan, yang kedua mengukur memutarnya perjalanan.
Kedua rose ditumpuk
- Kendara
- Jalan kaki
- Keduanya
SelisihJalan kaki − Kendara
- Entropi orientasi
- −0.041
- H / H max
- −0.011
- φ keteraturan
- +0.035
- Circuity
- −0.116
- Derajat simpul rata-rata
- −0.03
- Simpang empat
- +2.9%
- Jalan buntu
- +4.3%
- Kerapatan simpang
- +9
- Panjang ruas median
- +2
- Panjang jaringan
- +4.2
Yang ditambahkan berjalan kaki
- Panjang hanya jalan kaki
- 4.2 km
- Bagian dari jaringan jalan kaki
- 27.3%
Tabel rose — 36 bin — Kampung Bugis
| Bin | Rentang arah | P — Kendara | P — Jalan kaki | −P·ln P | −P·ln P |
|---|---|---|---|---|---|
| 00 | 355°–5° | 3.29% | 4.28% | 0.1124 | 0.1348 |
| 01 | 5°–15° | 3.81% | 2.79% | 0.1245 | 0.0999 |
| 02 | 15°–25° | 3.95% | 4.55% | 0.1276 | 0.1406 |
| 03 | 25°–35° | 4.86% | 6.18% | 0.1469 | 0.1720 |
| 04 | 35°–45° | 3.63% | 4.85% | 0.1205 | 0.1468 |
| 05 | 45°–55° | 3.75% | 2.89% | 0.1230 | 0.1025 |
| 06 | 55°–65° | 1.53% | 1.30% | 0.0641 | 0.0563 |
| 07 | 65°–75° | 1.59% | 1.16% | 0.0659 | 0.0516 |
| 08 | 75°–85° | 1.07% | 1.40% | 0.0484 | 0.0596 |
| 09 | 85°–95° | 1.63% | 2.24% | 0.0670 | 0.0852 |
| 10 | 95°–105° | 0.68% | 0.50% | 0.0341 | 0.0264 |
| 11 | 105°–115° | 2.30% | 1.73% | 0.0867 | 0.0703 |
| 12 | 115°–125° | 4.23% | 3.35% | 0.1337 | 0.1138 |
| 13 | 125°–135° | 3.40% | 2.47% | 0.1149 | 0.0914 |
| 14 | 135°–145° | 3.16% | 2.29% | 0.1091 | 0.0866 |
| 15 | 145°–155° | 1.76% | 1.92% | 0.0710 | 0.0759 |
| 16 | 155°–165° | 1.98% | 1.85% | 0.0777 | 0.0738 |
| 17 | 165°–175° | 3.39% | 4.25% | 0.1148 | 0.1342 |
| 18 | 175°–185° | 3.29% | 4.28% | 0.1124 | 0.1348 |
| 19 | 185°–195° | 3.81% | 2.79% | 0.1245 | 0.0999 |
| 20 | 195°–205° | 3.95% | 4.55% | 0.1276 | 0.1406 |
| 21 | 205°–215° | 4.86% | 6.18% | 0.1469 | 0.1720 |
| 22 | 215°–225° | 3.63% | 4.85% | 0.1205 | 0.1468 |
| 23 | 225°–235° | 3.75% | 2.89% | 0.1230 | 0.1025 |
| 24 | 235°–245° | 1.53% | 1.30% | 0.0641 | 0.0563 |
| 25 | 245°–255° | 1.59% | 1.16% | 0.0659 | 0.0516 |
| 26 | 255°–265° | 1.07% | 1.40% | 0.0484 | 0.0596 |
| 27 | 265°–275° | 1.63% | 2.24% | 0.0670 | 0.0852 |
| 28 | 275°–285° | 0.68% | 0.50% | 0.0341 | 0.0264 |
| 29 | 285°–295° | 2.30% | 1.73% | 0.0867 | 0.0703 |
| 30 | 295°–305° | 4.23% | 3.35% | 0.1337 | 0.1138 |
| 31 | 305°–315° | 3.40% | 2.47% | 0.1149 | 0.0914 |
| 32 | 315°–325° | 3.16% | 2.29% | 0.1091 | 0.0866 |
| 33 | 325°–335° | 1.76% | 1.92% | 0.0710 | 0.0759 |
| 34 | 335°–345° | 1.98% | 1.85% | 0.0777 | 0.0738 |
| 35 | 345°–355° | 3.39% | 4.25% | 0.1148 | 0.1342 |
| Jumlah = H | 3.485 | 3.444 | |||
Kolom terakhir adalah sumbangan tiap bin pada H = −Σ P(i)·ln P(i). Jumlahkan ketiga puluh enam angkanya dan hasilnya adalah H yang tercetak di bawah rose. Bin yang kosong menyumbang nol.
Unduh data lokasi ini (JSON, ODbL)
Data jalan © OpenStreetMap contributors, ODbL 1.0. Basis data turunan ini ditawarkan dengan lisensi yang sama. · Boeing, G. 2019. Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Applied Network Science 4(1):67.