Lompat ke isi

Kolinamil, Pelabuhan Jakarta

Periode
10 Jan 202631 Jul 2026202 hari
Datum
Nol sensor stasiun (bukan MSL)
jeda
68740 jam
Sumber
IOC Sea Level Station Monitoring Facility (UNESCO/IOC & VLIZ)
Sumber, lisensi, dan catatan datum

Lisensi: Akses terbuka dengan kewajiban sitasi (VLIZ/IOC, DOI 10.14284/482)

Flanders Marine Institute (VLIZ); Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) (2026): Sea level station monitoring facility. https://www.ioc-sealevelmonitoring.org — DOI 10.14284/482

Bukan untuk navigasiTabel pasang surut resmi Indonesia diterbitkan oleh Pushidrosal.

Metode

Banding metode

Rekaman yang sama, dua metode klasik. Kuadrat terkecil menyelesaikan semua komponen bersama-sama; Admiralty memproyeksikan satu per satu dan menyimpulkan sisanya dari rasio baku.

RMS residu — Kuadrat terkecil

0.0905m

RMS residu — Admiralty

0.0924m

Bilangan kondisi κ — Kuadrat terkecil

1.46

Kuadrat terkecil dibandingkan dengan Admiralty
KomponenH — Kuadrat terkecilH — AdmiraltySelisih Hg — Kuadrat terkecilg — AdmiraltySelisih gPenentuan
K10.25410.2592-0.0051214.4214.6-0.1Langsung
O10.14460.1497-0.0051204.1203.40.7Langsung
P10.06990.0858-0.0159207.9214.6-6.7Disimpulkan
M20.06550.06270.0029144.5145.0-0.5Langsung
S20.04870.0499-0.001285.880.15.6Langsung
K20.02370.01350.010267.780.1-12.5Disimpulkan
N20.02220.0252-0.0030103.9111.9-8.0Langsung
M40.00590.0066-0.0007105.9101.84.1Langsung
MS40.00550.0055-0.0000139.3133.06.3Langsung

Admiralty menyimpulkan K2, P1 dari tetangganya melalui rasio baku, bukan menyelesaikannya. Kuadrat terkecil menyelesaikan semua komponen bersama-sama sehingga memperhitungkan korelasi antar tetangga; itulah satu-satunya perbedaan mendasar antara keduanya di sini.

Implementasi Admiralty di sini adalah skema proyeksi dan inferensi, bukan reproduksi tabulasi cetak NP 159 beserta pengali penyaringnya.