Lompat ke isi
Anatomi RupiahEN· Bahasa
Semua ciri

Diterawang

Tanda air & electrotype

Gambar yang tampak pada bahan uang ketika uang diterawang ke arah cahaya.

Ketebalan bahan uang tidak rata. Bagian yang lebih tipis meneruskan lebih banyak cahaya, bagian yang lebih tebal menahannya — dan perbedaan terang itulah gambarnya.

  1. Cahaya datang dari belakang lembar uang. Inilah sebabnya ciri ini disebut diterawang dan bukan dilihat.
  2. Bahan uang lebih tebal di sebagian tempat dan lebih tipis di tempat lain, dalam pola yang membentuk gambar.
  3. Mata menerima cahaya yang berbeda terangnya menurut ketebalan yang dilaluinya. Gambar itu tidak dicetak; ia adalah bahan uang itu sendiri.

Unduh diagram (SVG)

Apa yang diamati

  • Terawangkan uang ke arah cahaya. Gambar pahlawan tampak dari kedua sisi lembar, bukan hanya dari satu sisi.
  • Pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000 terdapat electrotype — logo BI dan ornamen tertentu — yang juga baru tampak saat diterawang.
  • Gambarnya berada di dalam bahan, bukan di permukaannya. Digosok pun tidak berpindah dan tidak menghilang.

Halaman ini menjelaskan cara memeriksa ciri, bukan cara membuatnya. Situs ini juga tidak menyatakan apakah selembar uang asli — kewenangan itu ada pada Bank Indonesia.

Meja cahaya

Gerakkan sumber cahaya di belakang lembar. Terangnya mengikuti ketebalan bahan: makin tebal bagian yang dilewati, makin sedikit cahaya yang sampai ke mata.

Cahaya yang tembus di titik ini: ≈69%

Geser cahaya

Bentuk pada peragaan ini sengaja dibuat abstrak — sebuah lensa dan satu cincin ornamen — bukan gambar pahlawan dan bukan tanda air pada uang mana pun. Yang diperagakan adalah hubungannya: terang mengikuti ketebalan.

Sumber