3D — Dilihat, Diraba, Diterawang
Tiga langkah, tanpa alat apa pun
Tiga langkah yang diajarkan Bank Indonesia, dan alasan fisik di balik masing-masing. Urutannya disusun agar tidak memerlukan alat apa pun: mata, jari, lalu cahaya jendela.
Kalau ada Rp100.000 (TE 2022) di tangan, inilah persisnya yang akan Anda temukan pada langkah ini — bukan aturan umum, tapi pecahan yang sama dari awal sampai akhir.
Langkah satu
Dilihat
Pegang uang dalam cahaya biasa dan miringkan perlahan. Perhatikan bagian yang warnanya bergeser mengikuti sudut pandang Anda.
Coba miringkan
Geser kendali di bawah untuk mengubah sudut pandang. Warnanya bergeser karena sudutnya berubah, bukan karena tintanya berubah.
Sudut: 0° · Tegak lurus
Selisih jarak tempuh cahaya: ≈1117 nm
Warna yang mata lihat adalah cara otak membaca panjang gelombang cahaya — merah panjang gelombangnya panjang, biru pendek. Peragaan ini menghitung interferensi lapisan tipis untuk tiga panjang gelombang itu, jadi warnanya benar-benar mengikuti sudut pandang, bukan gambar yang diputar. Tebal lapisannya dipilih agar efeknya jelas di layar — ini bukan tiruan tinta pada uang mana pun.
Ciri pada langkah ini
Pada pecahan ini · Rp100.000 TE 2022
- Mikroteks. Mikro teks yang hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar. Tanpa alat, bagian ini terbaca sebagai garis halus biasa.[1]
- Tinta berubah warna. Gambar bunga khas daerah yang di dalamnya berisi logo Bank Indonesia, yang akan berubah warna dan memiliki efek gerak dinamis jika dilihat dari sudut pandang berbeda.[2]
Langkah dua
Diraba
Rabakan ujung jari pada gambar utama, angka nominal, dan tepi lembar. Yang dicari adalah permukaan yang terasa kasar dan timbul.
Sapukan cahaya
Layar tidak bisa menyampaikan rabaan, tetapi bisa menunjukkan akibat lain dari cetakan timbul: tinta yang berdiri di atas permukaan menangkap cahaya dari sudut rendah dan menaungi sisi seberangnya. Geser arah cahayanya.
20°
Permukaan pada peragaan ini adalah deretan punggungan biasa, bukan ukiran pada uang mana pun. Ini menunjukkan bagaimana relief menangkap cahaya — bukan pengganti merabanya. Untuk itu tetap ambil uangnya.
Ciri pada langkah ini
Pada pecahan ini · Rp100.000 TE 2022
Langkah tiga
Diterawang
Angkat uang ke arah cahaya. Yang muncul hanya muncul karena cahaya menembus bahan uang, bukan memantul darinya.
Meja cahaya
Gerakkan sumber cahaya di belakang lembar. Terangnya mengikuti ketebalan bahan: makin tebal bagian yang dilewati, makin sedikit cahaya yang sampai ke mata.
Cahaya yang tembus di titik ini: ≈69%
Geser cahayaBentuk pada peragaan ini sengaja dibuat abstrak — sebuah lensa dan satu cincin ornamen — bukan gambar pahlawan dan bukan tanda air pada uang mana pun. Yang diperagakan adalah hubungannya: terang mengikuti ketebalan.
Ciri pada langkah ini
Pada pecahan ini · Rp100.000 TE 2022
- Tanda air & electrotype. Peraturan untuk pecahan ini menyebut adanya tanda air berupa gambar Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta, disertai electrotype. Terawangkan ke arah cahaya untuk melihat keduanya.[6][7]
- Benang pengaman. Peraturan menyebut benang pengaman berbentuk anyaman pada pecahan ini. Diterawang, benang terbaca sebagai satu garis yang menerus.[8]
- Gambar saling isi (rectoverso). Gambar saling isi (rectoverso) dari logo Bank Indonesia, yang dapat dilihat secara utuh jika diterawangkan ke arah cahaya.[9]
Di luar tiga langkah
Kanal keempat
Ciri yang memerlukan lampu atau mesin. Berguna, tetapi bukan bagian dari 3D justru karena memerlukan alat.
Ada ciri yang tidak masuk 3D karena memerlukan alat: unsur yang hanya tampak di bawah sinar ultraviolet, dan ciri yang dibaca mesin penghitung. Bank Indonesia menyusun 3D dari pemeriksaan yang bisa dilakukan siapa saja, di mana saja, tanpa membawa apa pun.
Nyalakan lampunya
Peragaan dua keadaan: cahaya ruangan biasa, lalu di bawah sinar ultraviolet. Perubahannya adalah pergantian keadaan, bukan animasi.
Layar tidak memancarkan ultraviolet. Yang ditampilkan di sini adalah gambaran hasilnya, dan tidak bisa menggantikan lampu UV sungguhan.
Ciri pada langkah ini
Pada pecahan ini · Rp100.000 TE 2022
- Unsur kasat UV. Hasil cetak yang akan memendar dalam beberapa warna jika dilihat dengan sinar ultraviolet.[10]
Setelah tiga langkah
Situs ini tidak menyimpulkan apa pun tentang selembar uang tertentu, dan tidak akan pernah melakukannya. Bila ada yang meragukan, bawa uang itu ke bank atau ke kantor Bank Indonesia. Kewenangan menentukan keaslian Rupiah ada pada Bank Indonesia.
Satu langkah tidak bisa dilakukan di sini
Diraba adalah pemeriksaan dengan ujung jari. Layar tidak punya tekstur; getaran ponsel tidak menirukan cetakan timbul, dan animasi hanya akan mengajarkan hal yang salah. Situs ini menerangkan apa yang harus dirasakan, lalu berhenti di situ.
Diraba tidak bisa lewat layar. Ambil uangnya, rasakan cetakan timbulnya.
Sumber
- [1]
- Bank Indonesia — Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022, Pasal 5 ayat (2) — mikro teks ↗buka sumber: Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022
- [2]
- Bank Indonesia — Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022, Pasal 5 ayat (2) — berubah warna dan efek gerak dinamis ↗buka sumber: Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022
- [3]
- Bank Indonesia — Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022, Pasal 5 ayat (2) — hasil cetak yang terasa kasar jika diraba ↗buka sumber: Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022
- [4]
- Bank Indonesia — Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022, Pasal 5 ayat (2) — kode tuna netra (blind code) ↗buka sumber: Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022
- [5]
- Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) — Aksesibilitas untuk Tunanetra pada Uang Baru NKRI (25 Desember 2016) ↗buka sumber: Aksesibilitas untuk Tunanetra pada Uang Baru NKRI (25 Desember 2016)
- [6]
- Bank Indonesia — Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022, Pasal 7 — tanda air (watermark) dan electrotype ↗buka sumber: Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022
- [7]
- Bank Indonesia — Gambar Uang — Rp100.000 TE 2022, Tanda Air ↗buka sumber: Gambar Uang — Rp100.000 TE 2022
- [8]
- Bank Indonesia — Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022, Pasal 7 — benang pengaman berbentuk anyaman ↗buka sumber: Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022
- [9]
- Bank Indonesia — Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022, Pasal 5 ayat (2) — gambar saling isi (rectoverso) ↗buka sumber: Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022
- [10]
- Bank Indonesia — Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022, Pasal 5 ayat (2) — memendar dengan sinar ultraviolet ↗buka sumber: Peraturan Bank Indonesia Nomor 24/8/PBI/2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 100.000 (seratus ribu) Tahun Emisi 2022