Lompat ke isi
Anatomi Rupiah

Pelajari

Tentang situs ini

← Kembali ke lembar

Daftar periksa

Rp10.000 · TE 2022

Ciri pengaman pecahan ini, disusun per kanal pemeriksaan. Ambil uangnya, lalu periksa satu per satu — halaman ini bisa dicetak sebagai referensi ringkas.

Centang hanya mencatat bagian mana yang sudah Anda amati, dan hanya disimpan di perangkat ini. Itu bukan penilaian atas uang Anda: situs ini tidak menyatakan apakah selembar uang asli. Kewenangan itu ada pada Bank Indonesia.

Dilihat

  • Mikroteks

    Mikro teks yang hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar. Tanpa alat, bagian ini terbaca sebagai garis halus biasa.[1]

    Cara kerjanya →

Diraba

  • Cetak timbul (intaglio)

    Hasil cetak yang terasa kasar jika diraba, antara lain pada gambar utama pahlawan nasional dan angka nominalnya.[2]

    Cara kerjanya →
  • Kode tuna netra

    Kode tuna netra (blind code) berupa efek rabaan. Pada pecahan ini terdapat 4 pasang garis di tiap sisi.[3][4]

    Cara kerjanya →

Diterawang

  • Tanda air & electrotype

    Peraturan untuk pecahan ini menyebut adanya tanda air berupa gambar Frans Kaisiepo, disertai electrotype. Terawangkan ke arah cahaya untuk melihat keduanya.[5][6]

    Cara kerjanya →
  • Benang pengaman

    Peraturan menyebut benang pengaman berbentuk anyaman pada pecahan ini. Diterawang, benang terbaca sebagai satu garis yang menerus.[7]

    Cara kerjanya →
  • Gambar saling isi (rectoverso)

    Gambar saling isi (rectoverso) dari logo Bank Indonesia, yang dapat dilihat secara utuh jika diterawangkan ke arah cahaya.[8]

    Cara kerjanya →

Mesin & UV

  • Unsur kasat UV

    Hasil cetak yang akan memendar dalam beberapa warna jika dilihat dengan sinar ultraviolet.[9]

    Cara kerjanya →

Kode tuna netra

Peraturan untuk pecahan ini menyebut kode tuna netra berupa efek rabaan. Terdapat 4 pasang garis timbul di tiap sisi; jumlahnya bertambah satu pasang setiap turun satu pecahan.[3][4]

Sumber

  1. [1]
  2. [2]
  3. [3]
  4. [4]
  5. [5]
  6. [6]
  7. [7]
  8. [8]
  9. [9]