Lompat ke isi

Padang, Sumatera Barat

Periode
01 Jan 202601 Agu 2026212 hari
Datum
Nol sensor stasiun (bukan MSL)
jeda
1333 jam
Sumber
IOC Sea Level Station Monitoring Facility (UNESCO/IOC & VLIZ)
Sumber, lisensi, dan catatan datum

Lisensi: Akses terbuka dengan kewajiban sitasi (VLIZ/IOC, DOI 10.14284/482)

Flanders Marine Institute (VLIZ); Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) (2026): Sea level station monitoring facility. https://www.ioc-sealevelmonitoring.org — DOI 10.14284/482

Bukan untuk navigasiTabel pasang surut resmi Indonesia diterbitkan oleh Pushidrosal.

Metode

Banding metode

Rekaman yang sama, dua metode klasik. Kuadrat terkecil menyelesaikan semua komponen bersama-sama; Admiralty memproyeksikan satu per satu dan menyimpulkan sisanya dari rasio baku.

RMS residu — Kuadrat terkecil

0.0835m

RMS residu — Admiralty

0.0846m

Bilangan kondisi κ — Kuadrat terkecil

1.52

Kuadrat terkecil dibandingkan dengan Admiralty
KomponenH — Kuadrat terkecilH — AdmiraltySelisih Hg — Kuadrat terkecilg — AdmiraltySelisih gPenentuan
M20.35760.35750.0001337.7338.5-0.8Langsung
S20.14870.1505-0.001820.620.8-0.2Langsung
K10.12320.1257-0.0025359.51.5-2.1Langsung
O10.07640.0781-0.0017348.6347.70.9Langsung
N20.07480.07280.0020321.0312.38.6Langsung
K20.04150.04060.000914.420.8-6.4Disimpulkan
P10.03060.0416-0.01116.21.54.7Disimpulkan
M40.01680.01630.000436.138.1-2.1Langsung
MS40.00660.0067-0.0000151.8145.66.2Langsung

Admiralty menyimpulkan K2, P1 dari tetangganya melalui rasio baku, bukan menyelesaikannya. Kuadrat terkecil menyelesaikan semua komponen bersama-sama sehingga memperhitungkan korelasi antar tetangga; itulah satu-satunya perbedaan mendasar antara keduanya di sini.

Implementasi Admiralty di sini adalah skema proyeksi dan inferensi, bukan reproduksi tabulasi cetak NP 159 beserta pengali penyaringnya.