Lompat ke isi

Surabaya, Jawa Timur

Periode
01 Jan 202601 Agu 2026212 hari
Datum
Nol sensor stasiun (bukan MSL)
jeda
7891 jam
Sumber
IOC Sea Level Station Monitoring Facility (UNESCO/IOC & VLIZ)
Sumber, lisensi, dan catatan datum

Lisensi: Akses terbuka dengan kewajiban sitasi (VLIZ/IOC, DOI 10.14284/482)

Flanders Marine Institute (VLIZ); Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) (2026): Sea level station monitoring facility. https://www.ioc-sealevelmonitoring.org — DOI 10.14284/482

Bukan untuk navigasiTabel pasang surut resmi Indonesia diterbitkan oleh Pushidrosal.

Metode

Banding metode

Rekaman yang sama, dua metode klasik. Kuadrat terkecil menyelesaikan semua komponen bersama-sama; Admiralty memproyeksikan satu per satu dan menyimpulkan sisanya dari rasio baku.

RMS residu — Kuadrat terkecil

0.1064m

RMS residu — Admiralty

0.1120m

Bilangan kondisi κ — Kuadrat terkecil

1.52

Kuadrat terkecil dibandingkan dengan Admiralty
KomponenH — Kuadrat terkecilH — AdmiraltySelisih Hg — Kuadrat terkecilg — AdmiraltySelisih gPenentuan
K10.47550.4906-0.015124.326.0-1.6Langsung
M20.37690.3794-0.0025119.0119.7-0.8Langsung
O10.27070.2831-0.0124347.7347.30.4Langsung
S20.22420.2255-0.0013129.6132.1-2.5Langsung
P10.13080.1624-0.031625.226.0-0.8Disimpulkan
N20.07310.06720.0058106.296.59.7Langsung
K20.07050.06090.0096125.8132.1-6.2Disimpulkan
MS40.02130.02090.0005200.6203.7-3.1Langsung
M40.02100.0212-0.0002198.8199.2-0.4Langsung

Admiralty menyimpulkan K2, P1 dari tetangganya melalui rasio baku, bukan menyelesaikannya. Kuadrat terkecil menyelesaikan semua komponen bersama-sama sehingga memperhitungkan korelasi antar tetangga; itulah satu-satunya perbedaan mendasar antara keduanya di sini.

Implementasi Admiralty di sini adalah skema proyeksi dan inferensi, bukan reproduksi tabulasi cetak NP 159 beserta pengali penyaringnya.